Kehabisan Uang, Inggris akan Jual Sejumlah Kedutaan Besar dan Kediaman Diplomat
Sabtu, 29 November 2025 - 06:53 WIB
loading...
A
A
A
Awal tahun ini, Kantor Audit Nasional (NAO) dan Komite Akuntabilitas Publik (PAC) parlemen melaporkan sekitar 933 properti, atau sekitar 15% dari total properti, dianggap tidak aman atau tidak beroperasi dengan baik.
Kementerian Luar Negeri memperkirakan mengatasi tunggakan pemeliharaannya dapat menelan biaya hingga 450 juta poundsterling.
PAC juga mencatat setelah menjual kompleks kedutaan besar di Bangkok dan Tokyo dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Luar Negeri "tidak memiliki aset besar tersisa yang layak untuk dijual."
Di luar negeri, Kementerian Luar Negeri dilaporkan sedang meninjau skala dan lokasi jaringan globalnya yang terdiri dari lebih dari 250 pos di lebih dari 150 negara.
Kementerian Luar Negeri juga memangkas karyawan untuk mengurangi pengeluaran, dengan tawaran pesangon dilaporkan telah diberikan kepada staf yang berbasis di Inggris, proses yang diperkirakan akan mengurangi jumlah karyawan hingga 30%.
Kementerian Luar Negeri memperkirakan mengatasi tunggakan pemeliharaannya dapat menelan biaya hingga 450 juta poundsterling.
PAC juga mencatat setelah menjual kompleks kedutaan besar di Bangkok dan Tokyo dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Luar Negeri "tidak memiliki aset besar tersisa yang layak untuk dijual."
Di luar negeri, Kementerian Luar Negeri dilaporkan sedang meninjau skala dan lokasi jaringan globalnya yang terdiri dari lebih dari 250 pos di lebih dari 150 negara.
Kementerian Luar Negeri juga memangkas karyawan untuk mengurangi pengeluaran, dengan tawaran pesangon dilaporkan telah diberikan kepada staf yang berbasis di Inggris, proses yang diperkirakan akan mengurangi jumlah karyawan hingga 30%.
Lihat Juga :