Senator Australia Kenakan Burka di Parlemen sebagai Protes, Aksinya Dicap Rasis

Selasa, 25 November 2025 - 08:11 WIB
loading...
A A A
Wong kemudian mengajukan mosi resmi untuk menangguhkan Hanson, yang didukung oleh para senator dari kedua partai besar.

Anne Ruston, wakil pemimpin Senat untuk koalisi oposisi, juga mendukung kecaman untuk Hanson.

Tak lama kemudian, Hanson berkomentar di X: "Faktanya, lebih dari 20 negara di seluruh dunia telah melarang burka karena mereka menganggapnya sebagai alat yang menindas perempuan, menimbulkan risiko keamanan nasional, mendorong Islam radikal, dan mengancam kohesi sosial. Jika orang-orang munafik ini tidak ingin saya mengenakan burka, mereka selalu dapat mendukung pelarangan saya."

"Izinkan saya menjelaskannya dengan jelas. Saya sangat menghormati orang-orang, apa pun keyakinan mereka," imbuh Hanson dalam wawancara dengan Sky News Australia, Selasa (25/11/2025).

Rancangan undang-undang yang berjudul "Larangan Burka dan Penutup Wajah Penuh Lainnya di Tempat Umum" yang diajukan Hanson bertujuan untuk melarang penggunaan pakaian yang menutupi seluruh wajah, termasuk burka, di ruang publik di seluruh Australia.

Hanson berpendapat bahwa langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan publik dan mengatasi praktik budaya yang dianggapnya tidak sesuai dengan nilai-nilai Australia. RUU tersebut mengutip pembatasan serupa di negara lain dan membingkai larangan tersebut sebagai langkah menuju peningkatan keamanan dan mendorong transparansi dalam kehidupan publik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
10.000 Lebih Jenazah...
10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi
Rekomendasi
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved