Buntut Cekcok, China Adukan Mulut Pedas PM Jepang soal Taiwan ke PBB

Minggu, 23 November 2025 - 09:46 WIB
loading...
Buntut Cekcok, China...
China adukan PM Jepang Sanae Takaichi ke PBB terkait komentar kerasnya soal Taiwan. Foto/Michael Howard/Sydney Morning Herald
A A A
BEIJING - China telah mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terkait komentar pedas Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi tentang Taiwan. Gara-gara PM Sanae mengancam memberikan respons militer untuk membela Taipei, China dan Jepang terlibat cekcok diplomatik selama sepekan terakhir.

Dalam surat yang disampaikan pada hari Jumat, Perwakilan Tetap China untuk PBB, Fu Cong, mengkritik Takaichi, dan menyebut komentar terbarunya sebagai "provokatif."

"Ini menandai pertama kalinya sejak kekalahan Jepang pada tahun 1945 seorang pemimpin Jepang mengadvokasi gagasan bahwa 'kemungkinan bagi Taiwan adalah kemungkinan bagi Jepang' dalam suasana resmi dan mengaitkannya dengan pelaksanaan hak bela diri kolektif," tulis Fu dalam surat tersebut, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (23/11/2025).

Baca Juga: Seteru China vs Jepang Memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya

Menurutnya, ini adalah pertama kalinya Jepang mengisyaratkan ambisi untuk campur tangan secara militer dalam masalah Taiwan, sekaligus pertama kalinya Jepang mengeluarkan "ancaman kekuatan" terhadap China sambil secara terbuka menantang kepentingan inti Beijing.

"Pernyataan Takaichi merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, sangat merusak tatanan internasional pascaperang, dan merupakan provokasi terbuka terhadap lebih dari 1,4 miliar rakyat China dan rakyat negara-negara Asia lainnya yang pernah menderita akibat agresi Jepang," ujarnya.

Fu menegaskan kembali bahwa Taiwan adalah "wilayah suci" China dan bahwa penyelesaian masalah Taiwan semata-mata untuk rakyat China, tanpa campur tangan eksternal.

Dia meminta Sekjen PBB untuk mengedarkan suratnya kepada seluruh negara anggota PBB sebagai dokumen resmi Majelis Umum.

Takaichi, yang baru terpilih bulan lalu, mengatakan bahwa setiap serangan China terhadap Taiwan dapat dianggap sebagai "situasi yang mengancam kelangsungan hidup" bagi Jepang berdasarkan undang-undang keamanannya, yang berpotensi memungkinkannya untuk "menjalankan hak membela diri kolektif."

Beijing mengkritik tajam pernyataan Takaichi, yang muncul beberapa hari setelah dia bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan di sela-sela forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik awal bulan ini.

Pada hari Jumat, Takaichi menegaskan bahwa komitmen Jepang untuk hubungan "saling menguntungkan" dengan China tetap tidak berubah.

Setelah pernyataannya tentang Taiwan, ratusan ribu wisatawan China dilaporkan membatalkan perjalanan ke Jepang. Tokyo mengatakan Beijing juga memberlakukan larangan impor seafood.

Beijing bahkan menunda pertemuan trilateral para menteri kebudayaan dengan Korea Selatan dan Jepang, sebuah langkah yang dikritik oleh Tokyo.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Heboh Bendera Saudi...
Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Rekomendasi
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved