Dianggap Tak Loyal, 9 Jenderal PLA China Disingkirkan Xi Jinping
Jum'at, 21 November 2025 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Setelah sebelumnya dua Menteri Pertahanan, Li Shangfu dan Wei Fenghe, dikeluarkan dari CCP dalam dua tahun berturut-turut, gelombang pemecatan terbaru para jenderal top PLA mengisyaratkan kurangnya kepercayaan Presiden Xi di tengah pelemahan ekonomi China. Pertumbuhan yang pernah dijadikan dasar legitimasi kekuasaan CCP kini melambat.
He Weidong, khususnya, dikenal dekat dengan Xi karena keduanya pernah bertugas di Fujian pada 1990-an. Xi disebut telah membesarkan “faksi Fujian” di PLA, namun tak lagi ingin melakukannya setelah mencurigai He tengah membangun kelompoknya sendiri.
Empat jenderal yang dipecat memiliki riwayat bertugas bersama di bekas Angkatan Grup ke-31 dan Armada Laut Timur yang berbasis di Fujian: He Weidong, Miao Hua, Lin Xiangyang, dan Wang Xiubin.
Di sisi lain, para analis menilai faksi kuat lainnya, yaitu “kelompok Shaanxi” yang dipimpin Wakil Ketua Pertama CMC Zhang Youxia, mungkin dimanfaatkan untuk menyingkirkan kelompok Fujian. Xi sendiri memiliki hubungan panjang dengan Shaanxi dan memulai karier politiknya di sana. Tak mengherankan, Jenderal Zhang Shengmin yang menggantikan He juga memiliki keterkaitan dengan Shaanxi.
Motif lain disebut terkait pembersihan Li Shangfu, yang dekat dengan Zhang Youxia. Pemecatan Li mungkin dianggap pukulan bagi kelompok Shaanxi dan menjadi pemicu pembalasan.
Ketidaksetiaan terhadap Xi tampaknya menjadi pemicu utama penindakan, dan berbagai faksi di tubuh PLA digunakan sebagai bidak dalam perebutan kekuasaan.
Namun apakah militer yang terpecah oleh faksi bisa bertarung? Penggantian memang dilakukan cepat ketika perwira senior disingkirkan. Tetapi para pejabat baru akan menghadapi ketidakpastian, dan defisit kepercayaan sulit dipulihkan. Faksionalisme hampir pasti menghambat operasi gabungan dan interoperabilitas antar-matra.
Faksi Fujian dan Shaanxi
He Weidong, khususnya, dikenal dekat dengan Xi karena keduanya pernah bertugas di Fujian pada 1990-an. Xi disebut telah membesarkan “faksi Fujian” di PLA, namun tak lagi ingin melakukannya setelah mencurigai He tengah membangun kelompoknya sendiri.
Empat jenderal yang dipecat memiliki riwayat bertugas bersama di bekas Angkatan Grup ke-31 dan Armada Laut Timur yang berbasis di Fujian: He Weidong, Miao Hua, Lin Xiangyang, dan Wang Xiubin.
Di sisi lain, para analis menilai faksi kuat lainnya, yaitu “kelompok Shaanxi” yang dipimpin Wakil Ketua Pertama CMC Zhang Youxia, mungkin dimanfaatkan untuk menyingkirkan kelompok Fujian. Xi sendiri memiliki hubungan panjang dengan Shaanxi dan memulai karier politiknya di sana. Tak mengherankan, Jenderal Zhang Shengmin yang menggantikan He juga memiliki keterkaitan dengan Shaanxi.
Motif lain disebut terkait pembersihan Li Shangfu, yang dekat dengan Zhang Youxia. Pemecatan Li mungkin dianggap pukulan bagi kelompok Shaanxi dan menjadi pemicu pembalasan.
Ketidaksetiaan terhadap Xi tampaknya menjadi pemicu utama penindakan, dan berbagai faksi di tubuh PLA digunakan sebagai bidak dalam perebutan kekuasaan.
Namun apakah militer yang terpecah oleh faksi bisa bertarung? Penggantian memang dilakukan cepat ketika perwira senior disingkirkan. Tetapi para pejabat baru akan menghadapi ketidakpastian, dan defisit kepercayaan sulit dipulihkan. Faksionalisme hampir pasti menghambat operasi gabungan dan interoperabilitas antar-matra.
(mas)
Lihat Juga :