Dianggap Tak Loyal, 9 Jenderal PLA China Disingkirkan Xi Jinping
Jum'at, 21 November 2025 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Whistleblower: Tak Hanya 9 Jenderal, Pembersihan Militer China Meluas
Sejumlah pengamat menyebut tingkat kehadiran ini sebagai yang terendah dalam sejarah CCP. Meski 14 anggota Komite Sentral dari kalangan sipil dikeluarkan selama sesi itu dan 11 pengganti ditunjuk dari kalangan sipil, tidak ada satu pun kursi militer yang diisi kembali.
Penting pula dicatat bahwa Jenderal Zhang Shengmin, yang memimpin Komisi Inspeksi Disipliner militer, ditunjuk menggantikan He Weidong sebagai Wakil Ketua CMC.
Pengumuman militer bahwa sembilan jenderal dipecat karena kejahatan melibatkan “jumlah uang sangat besar” tidak menjelaskan detail lain. Biasanya, kasus yang melibatkan perwira tinggi di China diselimuti kerahasiaan. Namun, bahasa yang digunakan dalam pernyataan resmi memberi sedikit petunjuk.
Editorial di PLA Daily, berjudul “Menuntaskan Perjuangan Melawan Korupsi di Tubuh Militer", memberikan gambaran. Mengutip South China Morning Post (SCMP), editorial tersebut menyebut tantangan politik yang dihadapi militer China “kompleks dan rumit", dengan “banyak faktor” yang melemahkan “kepemimpinan absolut CCP atas militer” serta merusak karakter politik PLA.
“Kita harus memahami bahwa perang melawan korupsi berkaitan erat dengan kepemimpinan absolut partai atas militer. Ini adalah perjuangan politik besar yang tidak boleh kita kalah,” bunyi editorial SCMP.
Editorial itu menuduh sembilan jenderal tersebut telah “kehilangan prinsip partai, mengalami keruntuhan ideologis, dan tidak loyal", sehingga merusak prinsip “partai memerintah tentara” dan melemahkan tanggung jawab tertinggi Ketua CMC, yakni Presiden Xi Jinping.
Para analis menyebut kata kunci dalam retorika itu adalah “keruntuhan ideologi” dan “ketidaksetiaan". Ada kecemasan bahwa keyakinan pada ideologi partai mulai runtuh, dan kesetiaan terhadap Xi Jinping goyah.
"Kehilangan Prinsip Partai"
Sejumlah pengamat menyebut tingkat kehadiran ini sebagai yang terendah dalam sejarah CCP. Meski 14 anggota Komite Sentral dari kalangan sipil dikeluarkan selama sesi itu dan 11 pengganti ditunjuk dari kalangan sipil, tidak ada satu pun kursi militer yang diisi kembali.
Penting pula dicatat bahwa Jenderal Zhang Shengmin, yang memimpin Komisi Inspeksi Disipliner militer, ditunjuk menggantikan He Weidong sebagai Wakil Ketua CMC.
Pengumuman militer bahwa sembilan jenderal dipecat karena kejahatan melibatkan “jumlah uang sangat besar” tidak menjelaskan detail lain. Biasanya, kasus yang melibatkan perwira tinggi di China diselimuti kerahasiaan. Namun, bahasa yang digunakan dalam pernyataan resmi memberi sedikit petunjuk.
Editorial di PLA Daily, berjudul “Menuntaskan Perjuangan Melawan Korupsi di Tubuh Militer", memberikan gambaran. Mengutip South China Morning Post (SCMP), editorial tersebut menyebut tantangan politik yang dihadapi militer China “kompleks dan rumit", dengan “banyak faktor” yang melemahkan “kepemimpinan absolut CCP atas militer” serta merusak karakter politik PLA.
“Kita harus memahami bahwa perang melawan korupsi berkaitan erat dengan kepemimpinan absolut partai atas militer. Ini adalah perjuangan politik besar yang tidak boleh kita kalah,” bunyi editorial SCMP.
Editorial itu menuduh sembilan jenderal tersebut telah “kehilangan prinsip partai, mengalami keruntuhan ideologis, dan tidak loyal", sehingga merusak prinsip “partai memerintah tentara” dan melemahkan tanggung jawab tertinggi Ketua CMC, yakni Presiden Xi Jinping.
Para analis menyebut kata kunci dalam retorika itu adalah “keruntuhan ideologi” dan “ketidaksetiaan". Ada kecemasan bahwa keyakinan pada ideologi partai mulai runtuh, dan kesetiaan terhadap Xi Jinping goyah.
Lihat Juga :