Pesawat Ke-1.000 Pembawa Pasokan Militer Barat Mendarat di Israel sejak Genosida Gaza

Jum'at, 21 November 2025 - 00:01 WIB
loading...
Pesawat Ke-1.000 Pembawa...
Tank dan kendaraan militer Israel terlihat dikerahkan bersama beberapa kendaraan militer, helikopter, dan drone yang berpatroli di sepanjang wilayah perbatasan menyusul penerapan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza dan penarikan pasukan Israe
A A A
JALUR GAZA - Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada hari Rabu (19/11/2025) bahwa pesawat ke-1.000 dalam operasi pengangkutan udara Barat yang sedang berlangsung sejak dimulainya genosida Gaza telah mendarat di negara itu.

Itu artinya, total kargo militer yang telah dikirim sejak 8 Oktober 2023 menjadi lebih dari 120.000 ton, menurut laporan Anadolu Agency.

Pengumuman ini muncul di tengah dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap Tel Aviv selama perang Gaza, dengan beberapa pemerintah Barat mengkritik tindakan Israel dan memberlakukan pembatasan ekspor senjata.

Spanyol mengeluarkan dekrit kerajaan pada bulan September yang memberlakukan embargo senjata penuh terhadap Israel, sementara tahun lalu Inggris, Jerman, dan Kanada memberlakukan pembatasan transfer senjata.

“Pesawat ke-1.000 dalam operasi pengangkutan udara peralatan dan senjata militer komprehensif, yang dimulai segera setelah pecahnya perang, telah mendarat di Israel,” ungkap pernyataan kementerian, yang menyebut operasi tersebut “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah Israel.

Pesawat yang membawa kiriman besar peralatan militer tersebut diterima oleh Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Amir Baram, ungkap kementerian tersebut.

“Hingga saat ini, lebih dari 120.000 ton peralatan militer, amunisi, sistem persenjataan, dan alat pelindung diri telah ditransfer ke Israel melalui 1.000 pesawat dan sekitar 150 kapal laut,” ungkap pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut tidak merinci asal muasal pengiriman tersebut. Namun, disebutkan bahwa operasi tersebut dikelola bersama oleh Direktorat Pengadaan Kementerian Pertahanan, melalui Unit Transportasi Pertahanan Internasional, misi kementerian di AS dan Berlin, Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Kekuatan Angkatan Darat, dan Angkatan Udara Israel.

Laporan pada bulan Oktober oleh Quincy Institute for Responsible Statecraft yang berbasis di Washington menyatakan AS telah memberikan bantuan militer kepada Israel setidaknya sebesar USD21,7 miliar sejak dimulainya genosida Gaza dua tahun lalu.

Setelah Oktober 2023, AS memberikan bantuan militer sebesar USD17,9 miliar di bawah pemerintahan mantan Presiden Joe Biden, dan USD3,8 miliar di bawah Presiden Donald Trump saat ini, menurut laporan tersebut.

Sebagian bantuan tersebut telah dikirimkan, sementara sisanya akan tiba dalam beberapa tahun mendatang.

Laporan tersebut menyatakan Israel tidak akan dapat melanjutkan genosida di Gaza tanpa dukungan AS.

Sejak Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai lebih dari 170.000 orang, dan menghancurkan sebagian besar wilayah kantong tersebut menjadi puing-puing.

Baca juga: Pelapor PBB: Pemindahan Warga Palestina ke Afrika Selatan Dapat Bantu Israel Mencapai Tujuan Genosida
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved