Usai Berseteru, Trump Akan Sambut Zohran Mamdani di Gedung Putih Besok
Kamis, 20 November 2025 - 15:39 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump akan menyambut wali kota terpilih New York City Zohran Mamdani di Gedung Putih setelah keduanya berseteru. Foto/abc7ny
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia akan menyambut wali kota terpilih New York City, Zohran Kwame Mamdani, di Gedung Putih pada hari Jumat (21/11/2025). Ini mengejutkan, karena sebelumnya Trump menyerang keras politisi Muslim berusia 34 tahun tersebut.
Mamdani telah menyebut dirinya Sosialis Demokrat selama kampanyenya. Namun, Trump berkal-kali mengeklaim Mamdani adalah seorang "komunis".
Trump menulis di platform Truth Social miliknya bahwa pertemuan dengan Mamdani akan berlangsung di Oval Office pada hari Jumat, 21 November.
Baca Juga: Tekor Rp352 Miliar, 26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York City
Juru bicara Mamdani, Dora Pekec, mengonfirmasi pertemuan tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Sebagaimana lazimnya dalam pemerintahan wali kota yang akan datang, Wali Kota terpilih berencana bertemu dengan Presiden di Washington untuk membahas keselamatan publik, keamanan ekonomi, dan agenda keterjangkauan yang telah dipilih oleh lebih dari satu juta warga New York hanya dua minggu lalu," kata Pekec, seperti dikutip dari Al Arabiya English.
Pertemuan Trump dengan Mamdani menandai pertemuan dua pria yang dibesarkan di wilayah Queens, New York, tetapi kesamaan mereka mungkin hanya sampai di situ.
Meskipun Trump sering menggembar-gemborkan keuntungan yang memecahkan rekor di Wall Street selama masa kepresidenannya, pandangan Mamdani tentang ekonomi melampaui pasar keuangan yang bullish di pusat kota Manhattan hingga krisis keterjangkauan yang dihadapi kota berpenduduk lebih dari 8 juta jiwa.
Sebagai kandidat wali kota pertama yang melampaui angka satu juta suara di New York sejak 1969, Mamdani berkampanye dengan janji-janji perumahan dan layanan penitipan anak yang terjangkau, serta tumpangan gratis dengan bus kota dan toko swalayan yang dikelola pemerintah kota.
Para pakar mempertanyakan kemampuan Mamdani untuk mewujudkan platformnya yang idealis dan luas.
Trump yang sangat anti-imigran telah mencemooh nama Asia Selatan Mamdani, dan mengancam akan memotong dana federal untuk New York jika pria Muslim itu terpilih menjadi pemimpin kota terbesar di Amerika.
"Mandami, apa pun namanya," kata Trump baru-baru ini—sengaja salah mengucapkan nama belakang politisi kelahiran Uganda itu.
Mamdani belum mundur dari Trump, dan mengecam presiden 79 tahun dari Partai Republik itu dalam kampanye kemenangannya awal bulan ini.
"Donald Trump, karena saya tahu Anda sedang menonton, saya punya empat kata untuk Anda—turn the volume up!" katanya kepada para pendukungnya yang bersorak.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengonfirmasi bahwa presiden memang menyaksikan Mamdani berbicara.
Mamdani telah menyebut dirinya Sosialis Demokrat selama kampanyenya. Namun, Trump berkal-kali mengeklaim Mamdani adalah seorang "komunis".
Trump menulis di platform Truth Social miliknya bahwa pertemuan dengan Mamdani akan berlangsung di Oval Office pada hari Jumat, 21 November.
Baca Juga: Tekor Rp352 Miliar, 26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York City
Juru bicara Mamdani, Dora Pekec, mengonfirmasi pertemuan tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Sebagaimana lazimnya dalam pemerintahan wali kota yang akan datang, Wali Kota terpilih berencana bertemu dengan Presiden di Washington untuk membahas keselamatan publik, keamanan ekonomi, dan agenda keterjangkauan yang telah dipilih oleh lebih dari satu juta warga New York hanya dua minggu lalu," kata Pekec, seperti dikutip dari Al Arabiya English.
Pertemuan Trump dengan Mamdani menandai pertemuan dua pria yang dibesarkan di wilayah Queens, New York, tetapi kesamaan mereka mungkin hanya sampai di situ.
Meskipun Trump sering menggembar-gemborkan keuntungan yang memecahkan rekor di Wall Street selama masa kepresidenannya, pandangan Mamdani tentang ekonomi melampaui pasar keuangan yang bullish di pusat kota Manhattan hingga krisis keterjangkauan yang dihadapi kota berpenduduk lebih dari 8 juta jiwa.
Sebagai kandidat wali kota pertama yang melampaui angka satu juta suara di New York sejak 1969, Mamdani berkampanye dengan janji-janji perumahan dan layanan penitipan anak yang terjangkau, serta tumpangan gratis dengan bus kota dan toko swalayan yang dikelola pemerintah kota.
Para pakar mempertanyakan kemampuan Mamdani untuk mewujudkan platformnya yang idealis dan luas.
Trump yang sangat anti-imigran telah mencemooh nama Asia Selatan Mamdani, dan mengancam akan memotong dana federal untuk New York jika pria Muslim itu terpilih menjadi pemimpin kota terbesar di Amerika.
"Mandami, apa pun namanya," kata Trump baru-baru ini—sengaja salah mengucapkan nama belakang politisi kelahiran Uganda itu.
Mamdani belum mundur dari Trump, dan mengecam presiden 79 tahun dari Partai Republik itu dalam kampanye kemenangannya awal bulan ini.
"Donald Trump, karena saya tahu Anda sedang menonton, saya punya empat kata untuk Anda—turn the volume up!" katanya kepada para pendukungnya yang bersorak.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengonfirmasi bahwa presiden memang menyaksikan Mamdani berbicara.
(mas)
Lihat Juga :