Serangan Rusia Hantam Kapal Tanker Turki di Ukraina, Negara NATO Evakuasi Warganya

Selasa, 18 November 2025 - 08:26 WIB
loading...
Serangan Rusia Hantam...
Serangan drone Rusia hantam kapal tanker Turki di pelabuhan Ukraina. Rumania evakuasi warganya yang berada di dekat lokasi serangan. Foto/via Newsweek
A A A
KYIV - Rumania, negara anggota NATO, telah mengevakuasi penduduknya setelah serangan pesawat nirawak Rusia menghantam sebuah kapal tanker LPG Turki di Pelabuhan Izmail, Ukraina, pada hari Senin. Serangan terhadap kapal tanker ini memicu risiko ledakan besar.

Kapal yang diserang bernama ORINDA, menurut publikasi pelayaran Turki, Deniz Haber. Sebanyak 16 awak kapal dievakuasi dan berada dalam keadaan selamat.

Dalam sebuah pernyataan kepada Newsweek, Selasa (18/11/2025), Kementerian Pertahanan Rumania mengatakan pihaknya mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Rusia terhadap target sipil dan elemen infrastruktur Ukraina.

Baca Juga: Negara NATO Ini Luncurkan Manuver Militer Besar-besaran di Dekat Rusia

Wilayah Tulcea di Rumania berbatasan dengan Ukraina. Wilayah itu terletak tepat di seberang Sungai Donau dari Pelabuhan Izmail, Ukraina.

Rumania telah menyatakan kekhawatirannya atas banyaknya insiden di mana pesawat nirawak atau pecahan perangkat mendarat di wilayahnya.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa agresi Rusia di Ukraina dapat merembet ke seluruh Eropa, yang dapat menimbulkan masalah bagi NATO jika mereka terpaksa mempertimbangkan respons berdasarkan komitmen pertahanan kolektif Pasal 5.

Pihak berwenang Rumania mengatakan bahwa 15 orang dari wilayah Plauru dievakuasi pada hari Senin setelah kapal Turki yang memuat LPG dilalap api di Sungai Donau.

Keputusan untuk mengevakuasi penduduk diambil mengingat kedekatan kapal dengan Rumania dan jenis kargo yang diangkutnya, kata inspektorat situasi darurat Rumania, yang dikutip Agerpres. Penduduk dilaporkan aman di desa terdekat, Ceatalchioi.

Kementerian Pertahanan Rumania mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut terdeteksi oleh radar dan sistem pengawasannya sekitar pukul 02.30 dini hari pada Senin, tetapi tidak ada penyusupan tanpa izin ke wilayah udara nasional yang terdeteksi.

Pasukan Kementerian Pertahanan Rumania akan melakukan pencarian di area-area yang mungkin berisiko akibat insiden tersebut dan bahwa sekutu sedang diinformasikan tentang situasi terbaru di perbatasan dengan Ukraina.

"Pasukan Federasi Rusia menyerang wilayah-wilayah di Ukraina yang terletak di sekitar perbatasan sungai dengan Rumania pada Minggu malam, 16 November, hingga Senin, 17 November," kata kementerian tersebut.

"Kami mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Federasi Rusia terhadap sasaran-sasaran sipil dan infrastruktur Ukraina, yang tidak dapat dibenarkan dan secara serius melanggar norma-norma hukum internasional."

Rekaman video yang diunggah di media sosial menunjukkan api dan asap mengepul ke langit dari kapal tanker Turki, yang mengangkut hingga 4.000 ton LPG.

"Mengingat kedekatannya dengan wilayah Rumania dan sifat kargo tersebut, pihak berwenang telah melakukan penilaian awal terhadap situasi tersebut," kata Inspektorat Delta Rumania untuk Situasi Darurat, yang dikutip Agerpres.

"Mereka memutuskan, berkoordinasi dengan departemen khusus di Kementerian Dalam Negeri yang menangani situasi darurat semacam itu, untuk mengevakuasi warga dan hewan di sekitar secara preventif, sebuah tindakan yang akan dipertahankan hingga risiko bagi penduduk telah teratasi."

Otoritas Pelabuhan Laut Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram bahwa Rusia telah menargetkan Pelabuhan Izmail dengan drone, merusak infrastruktur dan beberapa kapal sipil.

Layanan Darurat Negara Ukraina, otoritas pelabuhan, dan lembaga penegak hukum berada di lokasi serangan untuk menghilangkan konsekuensi dari serangan tersebut.

"Otoritas Pelabuhan Laut Ukraina terus memastikan operasi pelabuhan yang stabil meskipun terus-menerus diteror musuh," kata otoritas tersebut.

Telah terjadi banyak serangan terhadap kapal-kapal di pelabuhan Ukraina tahun ini. Pada 21 Oktober dan 3 November, Pelabuhan Izmail diserang oleh drone-drone Rusia.

Antara Januari hingga September, terdapat 11 serangan terhadap kapal-kapal di wilayah Odessa Ukraina, yang merusak 13 kapal sipil dan satu kapal Angkatan Laut, menurut laporan Ukrainska Pravda.

Akun City of Courage di X menguggah pernyataan: "Semalam Rusia menyerang kota pelabuhan Izmail di Ukraina. Sebuah kapal tanker LNG terkena serangan, ada risiko tinggi ledakan. Apa lagi yang harus dilakukan agar NATO akhirnya menutup langit di atas Ukraina?"

Mantan penasihat urusan dalam negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, juga menulis di X: "Ada risiko ledakan, jadi orang-orang dievakuasi ke tempat aman. Rusia merupakan ancaman bagi Eropa."

Insiden ini kemungkinan akan memicu kekhawatiran tentang risiko yang ditimbulkan oleh pesawat nirawak Rusia yang menyerang target di dekat perbatasan NATO.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Takut Rusia, Negara-negara...
Takut Rusia, Negara-negara NATO Mundur dari Perjanjian Ranjau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved