3 Alasan Barat Ingin Menghancurkan Rusia sebagai Negara Adidaya versi Pakar Politik AS

Selasa, 18 November 2025 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Divonis Hukuman Mati

2. Putin Tak Percaya dengan Donald Trump dan Pemimpin Eropa

Mearsheimer lebih lanjut mencatat: "[Presiden Rusia Vladimir] Putin, terakhir kali saya periksa, memiliki IQ tiga digit, dan itu berarti dia sudah memahami hal ini, dia mengerti apa yang dia hadapi."

Profesor tersebut berpendapat bahwa Putin punya banyak alasan untuk tidak memercayai Presiden AS Donald Trump maupun para pemimpin Eropa, karena ia "berasumsi skenario terburuk dengan cara yang realistis."

3. Menjadikan Ukraina Jadi Proksi untuk Menghancurkan Rusia

Beberapa pejabat Barat telah secara terbuka menggambarkan konflik Ukraina sebagai perang proksi melawan Rusia dalam beberapa bulan terakhir.

Keith Kellogg, utusan kebijakan Ukraina di bawah Trump, menegaskan kembali pandangan tersebut awal tahun ini sambil memperingatkan agar tidak memasok rudal jelajah jarak jauh ke Kiev.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menggunakan istilah yang sama, dan Kremlin telah menyetujui karakterisasinya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Berita Terkini
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved