China Sudah Memiliki 3 Kapal Induk, Berikut 4 Konsekuensinya

Senin, 17 November 2025 - 14:43 WIB
loading...
A A A
Pengoperasian Liaoning, Shandong, dan Fujian menandai apa yang disebut surat kabar tersebut sebagai "tiga lompatan" dalam program kapal induk China, dimulai dengan Liaoning, yang dimodernisasi secara ekstensif dari kapal yang dibangun oleh Uni Soviet.

Setelah Liaoning diresmikan pada tahun 2012, China meluncurkan kapal induk pertamanya yang dibangun di dalam negeri, Shandong, pada tahun 2017, yang merupakan lompatan baru dalam program tersebut. Kapal tersebut, yang juga dilengkapi dengan dek penerbangan ski-jump, mulai beroperasi pada tahun 2019.

Lompatan terakhir adalah Fujian, kapal induk pertama China yang tidak menggunakan ski-jump, yang dilengkapi dengan ketapel elektromagnetik dan dek penerbangan lurus sepanjang kapal, demikian menurut artikel tersebut.

3. Mampu Beroperasi Global

Surat kabar tersebut juga mengungkapkan detail operasional ketiga kapal induk tersebut, mengutip keterangan dari masing-masing perwira. Liaoning dilaporkan menempuh jarak hampir 34.000 mil selama pelayarannya tahun lalu, termasuk operasi dengan Shandong di Laut Cina Selatan.

Jumlah sorti pesawat yang diluncurkan oleh Shandong dalam dua tahun terakhir "beberapa kali lipat" dari total empat tahun sebelumnya. Selama misi pertama mereka di atas Fujian, pesawat-pesawat berhasil menyelesaikan puluhan peluncuran pada percobaan pertama.

Artikel tersebut mengonfirmasi keberadaan dua pangkalan kapal induk—Yuchi di Tiongkok timur laut dan Yulin di Laut Cina Selatan—sementara stasiun pangkalan darat dan lokasi pelatihan untuk pesawat berbasis kapal induk telah dioperasikan "satu demi satu."

4. Memperkuat Status Kekuatan China

Harian Tentara Pembebasan Rakyat berkomentar pada hari Kamis: "Bagi komunitas internasional, kapal induk bukan lagi sekadar kekuatan angkatan laut, tetapi simbol kekuatan komprehensif dan status internasional suatu negara, jaminan yang dapat diandalkan bahwa suara suatu negara dihormati, dan dukungan untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunannya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved