Siswi Kelas 6 Meninggal setelah Dihukum Sit-up 100 Kali karena Datang Terlambat
Senin, 17 November 2025 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa guru kelas telah memaksa putrinya melakukan sit-up dengan tas sekolah diikatkan di punggungnya, menyebutnya sebagai "hukuman yang tidak manusiawi" yang menyebabkan kematiannya.
Mengutip laporan Mint, Senin (17/11/2025), ibu korban mengatakan kepada wartawan, "Saya diberitahu bahwa para murid dihukum karena datang terlambat. Guru tersebut membela diri, dengan mengatakan bahwa orang tua menuduh mereka tidak mengajar anak-anak meskipun telah membayar biaya. Saya memberi tahu guru bahwa menghukum murid bukan berarti memaksa mereka melakukan sit-up dengan tas di punggung. Hukuman yang tidak manusiawi ini menyebabkan kematian putri saya."
Pejabat Pendidikan Blok Pandurang Galange mengonfirmasi bahwa penyelidikan atas kematian siswi tersebut sedang berlangsung. Seorang guru dari sekolah setempat mengatakan kepada media, "Tidak diketahui berapa kali sit-up yang dilakukan anak ini. Tidak diketahui apakah dia meninggal karena hal itu atau bukan."
Sachin More, seorang pemimpin MNS dari Vasai, mengatakan bahwa anak perempuan tersebut memiliki masalah kesehatan sebelumnya tetapi tetap dihukum. Guru lain mencatat bahwa jumlah pasti sit-up yang dilakukan dan apakah sit-up tersebut menyebabkan kematiannya masih belum jelas.
Setelah insiden tersebut, para anggota MNS dan NCP (Partai Kongres Nasional) menggelar protes di area tersebut, menuntut pertanggungjawaban dan tindakan tegas terhadap sekolah.
Mengutip laporan Mint, Senin (17/11/2025), ibu korban mengatakan kepada wartawan, "Saya diberitahu bahwa para murid dihukum karena datang terlambat. Guru tersebut membela diri, dengan mengatakan bahwa orang tua menuduh mereka tidak mengajar anak-anak meskipun telah membayar biaya. Saya memberi tahu guru bahwa menghukum murid bukan berarti memaksa mereka melakukan sit-up dengan tas di punggung. Hukuman yang tidak manusiawi ini menyebabkan kematian putri saya."
Pejabat Pendidikan Blok Pandurang Galange mengonfirmasi bahwa penyelidikan atas kematian siswi tersebut sedang berlangsung. Seorang guru dari sekolah setempat mengatakan kepada media, "Tidak diketahui berapa kali sit-up yang dilakukan anak ini. Tidak diketahui apakah dia meninggal karena hal itu atau bukan."
Sachin More, seorang pemimpin MNS dari Vasai, mengatakan bahwa anak perempuan tersebut memiliki masalah kesehatan sebelumnya tetapi tetap dihukum. Guru lain mencatat bahwa jumlah pasti sit-up yang dilakukan dan apakah sit-up tersebut menyebabkan kematiannya masih belum jelas.
Setelah insiden tersebut, para anggota MNS dan NCP (Partai Kongres Nasional) menggelar protes di area tersebut, menuntut pertanggungjawaban dan tindakan tegas terhadap sekolah.
(mas)
Lihat Juga :