Siswi Kelas 6 Meninggal setelah Dihukum Sit-up 100 Kali karena Datang Terlambat
Senin, 17 November 2025 - 11:39 WIB
loading...
Seorang siswi Kelas 6 SD di India meninggal setelah dihukum sit-up 100 kali karena datang terlambat ke sekolah. Foto/NDTV
A
A
A
NEW DELHI - Seorang siswi Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Maharashtra, India, meninggal dunia hampir seminggu setelah dihukum melakukan sit-up 100 kali. Hukuman itu diberikan karena dia datang terlambat ke sekolah.
Kematian siswi itu memicu protes masyarakat terhadap sekolah. Pihak berwenang pun meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Siswi tersebut, yang berasal dari sebuah SD di Sativali, Vasai, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Mumbai pada Jumat malam. Para anggota partai politik Maharashtra Navnirman Sena (MNS) mengatakan bahwa pada 8 November, korban dan empat murid lainnya dipaksa melakukan sit-up 100 kali karena datang terlambat ke sekolah.
Baca Juga: Masinis Tertidur saat Kereta Penuh Sesak Ngebut di Tikungan Tajam, Para Penumpang Terbanting
Ibu korban mengatakan kepada media lokal, "Setelah hukuman tersebut, dia mengalami sakit parah di leher dan punggungnya, dan tidak bisa bangun."
Dia menambahkan bahwa guru kelas telah memaksa putrinya melakukan sit-up dengan tas sekolah diikatkan di punggungnya, menyebutnya sebagai "hukuman yang tidak manusiawi" yang menyebabkan kematiannya.
Mengutip laporan Mint, Senin (17/11/2025), ibu korban mengatakan kepada wartawan, "Saya diberitahu bahwa para murid dihukum karena datang terlambat. Guru tersebut membela diri, dengan mengatakan bahwa orang tua menuduh mereka tidak mengajar anak-anak meskipun telah membayar biaya. Saya memberi tahu guru bahwa menghukum murid bukan berarti memaksa mereka melakukan sit-up dengan tas di punggung. Hukuman yang tidak manusiawi ini menyebabkan kematian putri saya."
Pejabat Pendidikan Blok Pandurang Galange mengonfirmasi bahwa penyelidikan atas kematian siswi tersebut sedang berlangsung. Seorang guru dari sekolah setempat mengatakan kepada media, "Tidak diketahui berapa kali sit-up yang dilakukan anak ini. Tidak diketahui apakah dia meninggal karena hal itu atau bukan."
Sachin More, seorang pemimpin MNS dari Vasai, mengatakan bahwa anak perempuan tersebut memiliki masalah kesehatan sebelumnya tetapi tetap dihukum. Guru lain mencatat bahwa jumlah pasti sit-up yang dilakukan dan apakah sit-up tersebut menyebabkan kematiannya masih belum jelas.
Setelah insiden tersebut, para anggota MNS dan NCP (Partai Kongres Nasional) menggelar protes di area tersebut, menuntut pertanggungjawaban dan tindakan tegas terhadap sekolah.
Kematian siswi itu memicu protes masyarakat terhadap sekolah. Pihak berwenang pun meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Siswi tersebut, yang berasal dari sebuah SD di Sativali, Vasai, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Mumbai pada Jumat malam. Para anggota partai politik Maharashtra Navnirman Sena (MNS) mengatakan bahwa pada 8 November, korban dan empat murid lainnya dipaksa melakukan sit-up 100 kali karena datang terlambat ke sekolah.
Baca Juga: Masinis Tertidur saat Kereta Penuh Sesak Ngebut di Tikungan Tajam, Para Penumpang Terbanting
Ibu korban mengatakan kepada media lokal, "Setelah hukuman tersebut, dia mengalami sakit parah di leher dan punggungnya, dan tidak bisa bangun."
Dia menambahkan bahwa guru kelas telah memaksa putrinya melakukan sit-up dengan tas sekolah diikatkan di punggungnya, menyebutnya sebagai "hukuman yang tidak manusiawi" yang menyebabkan kematiannya.
Mengutip laporan Mint, Senin (17/11/2025), ibu korban mengatakan kepada wartawan, "Saya diberitahu bahwa para murid dihukum karena datang terlambat. Guru tersebut membela diri, dengan mengatakan bahwa orang tua menuduh mereka tidak mengajar anak-anak meskipun telah membayar biaya. Saya memberi tahu guru bahwa menghukum murid bukan berarti memaksa mereka melakukan sit-up dengan tas di punggung. Hukuman yang tidak manusiawi ini menyebabkan kematian putri saya."
Pejabat Pendidikan Blok Pandurang Galange mengonfirmasi bahwa penyelidikan atas kematian siswi tersebut sedang berlangsung. Seorang guru dari sekolah setempat mengatakan kepada media, "Tidak diketahui berapa kali sit-up yang dilakukan anak ini. Tidak diketahui apakah dia meninggal karena hal itu atau bukan."
Sachin More, seorang pemimpin MNS dari Vasai, mengatakan bahwa anak perempuan tersebut memiliki masalah kesehatan sebelumnya tetapi tetap dihukum. Guru lain mencatat bahwa jumlah pasti sit-up yang dilakukan dan apakah sit-up tersebut menyebabkan kematiannya masih belum jelas.
Setelah insiden tersebut, para anggota MNS dan NCP (Partai Kongres Nasional) menggelar protes di area tersebut, menuntut pertanggungjawaban dan tindakan tegas terhadap sekolah.
(mas)
Lihat Juga :