Kapal Induk Gerald R Ford dan 12.000 Tentara AS Siap Beraksi, Tak Gubris Ajakan Damai Venezuela
Senin, 17 November 2025 - 07:53 WIB
loading...
A
A
A
Konfirmasi Angkatan Laut AS atas kedatangan kapal induk USS Gerald R Ford pada hari Minggu menambah jumlah total pasukan AS di wilayah Karibia menjadi sekitar 12.000 personel, menurut laporan Associated Press, Senin (17/11/2025).
Kapal induk tersebut memiliki lebih dari 4.000 pelaut dan puluhan pesawat taktis di dalamnya, kata Angkatan Laut dalam siaran pers hari Minggu. Kapal induk itu dipindahkan dari Laut Mediterania dengan beberapa laporan menyebutkan ia dan kelompok tempurnya bergerak ke selatan dari Puerto Riko ke Karibia awal pekan lalu.
"Kelompok tempur kapal induk tersebut mencakup sembilan skuadron dari Sayap Udara Kapal Induk Delapan, kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke dari Skuadron Dua, USS Bainbridge (DDG 96) dan USS Mahan (DDG 72), serta kapal komando pertahanan udara dan rudal terpadu USS Winston S Churchill (DDG 81)," kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.
Unjuk kekuatan militer AS yang semakin gencar di laut ini dibangun di atas taktik tekanan yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Pengerahan dan penempatan kapal induk merupakan taktik militer yang telah lama digunakan untuk menekan dan mencegah peperangan, karena kelompok tempur kapal induk yang ditempatkan di laut seringkali dapat menyerang target di dalam sebuah negara.
“Melalui komitmen yang teguh dan penggunaan kekuatan kami yang tepat, kami siap untuk memerangi ancaman transnasional yang berupaya mengganggu stabilitas kawasan kami. Pengerahan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Gerald R Ford merupakan langkah penting dalam memperkuat tekad kami untuk melindungi keamanan Belahan Bumi Barat dan keselamatan Tanah Air Amerika," kata komandan SOUTHCOM AS, Laksamana Alvin Holsey, dalam siaran pers hari Minggu.
Komandan Kelompok Tempur Kapal Induk 12 AS, Laksamana Muda Paul Lanzilotta, menambahkan: “Para pemimpin negara kami telah meminta Kelompok Tempur Kapal Induk Gerald R Ford sebagai platform yang paling cakap, adaptif, dan mematikan di dunia untuk berada di tempat yang dibutuhkan, pada saat dibutuhkan. Pasukan kami akan meningkatkan kemampuan yang ada untuk melindungi keamanan dan kemakmuran negara kami dari terorisme narkotia di Belahan Bumi Barat.”
Menteri Luar Negeri Trinidad dan Tobago Sean Sobers mengatakan pasukan Amerika sedang mengoordinasikan "latihan" dengan pasukan Trinidad dan Tobago. Negara itu hanya berjarak sekitar 7 mil dari pantai Venezuela, dan pejabat pemerintah Trinidad dan Tobago mengatakan latihan tersebut akan berlanjut sepanjang pekan ini.
Kapal induk tersebut memiliki lebih dari 4.000 pelaut dan puluhan pesawat taktis di dalamnya, kata Angkatan Laut dalam siaran pers hari Minggu. Kapal induk itu dipindahkan dari Laut Mediterania dengan beberapa laporan menyebutkan ia dan kelompok tempurnya bergerak ke selatan dari Puerto Riko ke Karibia awal pekan lalu.
"Kelompok tempur kapal induk tersebut mencakup sembilan skuadron dari Sayap Udara Kapal Induk Delapan, kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke dari Skuadron Dua, USS Bainbridge (DDG 96) dan USS Mahan (DDG 72), serta kapal komando pertahanan udara dan rudal terpadu USS Winston S Churchill (DDG 81)," kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.
Unjuk kekuatan militer AS yang semakin gencar di laut ini dibangun di atas taktik tekanan yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Pengerahan dan penempatan kapal induk merupakan taktik militer yang telah lama digunakan untuk menekan dan mencegah peperangan, karena kelompok tempur kapal induk yang ditempatkan di laut seringkali dapat menyerang target di dalam sebuah negara.
“Melalui komitmen yang teguh dan penggunaan kekuatan kami yang tepat, kami siap untuk memerangi ancaman transnasional yang berupaya mengganggu stabilitas kawasan kami. Pengerahan Kelompok Tempur Kapal Induk USS Gerald R Ford merupakan langkah penting dalam memperkuat tekad kami untuk melindungi keamanan Belahan Bumi Barat dan keselamatan Tanah Air Amerika," kata komandan SOUTHCOM AS, Laksamana Alvin Holsey, dalam siaran pers hari Minggu.
Komandan Kelompok Tempur Kapal Induk 12 AS, Laksamana Muda Paul Lanzilotta, menambahkan: “Para pemimpin negara kami telah meminta Kelompok Tempur Kapal Induk Gerald R Ford sebagai platform yang paling cakap, adaptif, dan mematikan di dunia untuk berada di tempat yang dibutuhkan, pada saat dibutuhkan. Pasukan kami akan meningkatkan kemampuan yang ada untuk melindungi keamanan dan kemakmuran negara kami dari terorisme narkotia di Belahan Bumi Barat.”
Menteri Luar Negeri Trinidad dan Tobago Sean Sobers mengatakan pasukan Amerika sedang mengoordinasikan "latihan" dengan pasukan Trinidad dan Tobago. Negara itu hanya berjarak sekitar 7 mil dari pantai Venezuela, dan pejabat pemerintah Trinidad dan Tobago mengatakan latihan tersebut akan berlanjut sepanjang pekan ini.
Lihat Juga :