Kisah PM China Lolos dari Pesawat Maut yang Meledak di Langit Natuna Indonesia
Minggu, 16 November 2025 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Jadi Target, PM Zhou Enlai Lolos dari Tragedi Kashmir Princess
Saat itu, pemerintah China menyewa pesawat Air India Lockheed L-749 Constellation bernama Kashmir Princess untuk membawa delegasinya ke Indonesia guna menghadiri KAA Bandung. Pesawat itu dipilih karena rekam jejak teknis yang baik dan mampu menempuh rute jarak jauh tanpa hambatan.
Pada 11 April 1955, Kashmir Princess terbang dari Hong Kong menuju Jakarta. Jadwal aslinya adalah Zhou Enlai ikut dalam rombongan pesawat tersebut.
Namun, beberapa jam sebelum keberangkatan, Zhou membatalkan penerbangan dengan alasan kesehatan, disebut “appendisitis”.
Belakangan, banyak arsip sejarah menunjukkan bahwa China sebenarnya telah menerima peringatan intelijen tentang ancaman pembunuhan. Keputusan Zhou bukan sekadar alasan medis, melainkan langkah penyelamatan yang sangat strategis.
Beberapa jam setelah lepas landas, bom waktu meledak di kompartemen kargo pesawat tersebut. Ledakan itu menciptakan kebakaran hebat yang merambat ke kabin penumpang.
Pilot berusaha keras mengendalikan pesawat ke arah laut demi mencegah ledakan kedua di daratan. Namun api terlalu cepat menyebar. Kashmir Princess akhirnya jatuh di perairan Kepulauan Natuna, wilayah Indonesia.
Sebanyak 16 orang tewas, termasuk sebagian besar staf delegasi China dan kru pesawat. Tiga orang selamat setelah melompat keluar sebelum pesawat menyentuh air.
Para korban selamat ditemukan oleh nelayan dan pihak berwenang Indonesia, dan kemudian menjadi saksi kunci tragedi tersebut.
Indonesia kala itu segera mengirim tim penyelamat ke lokasi tragedi, sementara berita jatuhnya pesawat langsung mengguncang KAA Bandung yang tinggal beberapa pekan lagi.
Misteri di Balik Operasi Intelijen yang Gagal
Investigasi China dan berbagai peneliti sejarah menyimpulkan bahwa insiden ini bukan kecelakaan, tetapi operasi pembunuhan yang sangat terencana.
Lihat Juga :