China Mencoba Kendalikan Cuaca untuk Menyelamatkannya dari Perang Nuklir

Minggu, 16 November 2025 - 09:21 WIB
loading...
A A A
Sekarang PLA sedang mempertimbangkan nilai unit pengendali cuaca yang sangat mobile dan dapat dikerahkan dengan cepat untuk menekan penyebaran awan radioaktif.

SCMP melaporkan bahwa para peneliti mensimulasikan sebuah serangan di mana 62 kg bahan peledak TNT konvensional meledakkan satu kilogram plutonium tingkat senjata ke langit.

Itu tidak cukup untuk memicu reaksi berantai nuklir, dan karenanya ledakan termonuklir.

Namun, plutonium radioaktif itu sendiri mematikan, bahkan dalam jumlah kecil.

Peneliti kedaruratan nuklir Lin Yuanye mengatakan kepada SCMP bahwa tim memilih kondisi optimal untuk pengujian mereka.

Cuacanya sejuk dengan suhu 25 derajat Celsius. Langit yang mendung diterpa angin tenang dengan kecepatan kurang dari dua meter per detik. Bom tersebut meledak di atas trotoar beton biasa.

Simulasi tersebut menemukan bahwa puing-puing yang dihasilkan mencemari area seluas 10 kilometer persegi. Area ini dapat menampung puluhan ribu orang di lingkungan perkotaan.

Solusi yang diusulkan adalah mengadaptasi teknik pengendalian cuaca eksperimental yang ada.

Beijing telah membangun mesin pembuat hujan di sepanjang Dataran Tinggi Himalaya dan Tibet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 2.300 Orang, Penyintas Krisis Makanan
Ngeri! Baku Tembak 2...
Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas
Rekomendasi
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
Berita Terkini
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved