4 Tantangan Masa Depan Kota Gaza Pascaperang, dari 700.000 Ton Sampah hingga Kelaparan
Sabtu, 15 November 2025 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: AS Tangkap 150 Predator Seks dalam Operasi Dirtbag
Ia mengatakan jatah air per kapita harian telah turun dari 90 liter sebelum genosida menjadi hanya 10–15 liter saat ini.
Ia menambahkan bahwa air tanah dan lingkungan terkontaminasi karena limbah telah bocor ke dalam tanah setelah militer Israel secara sengaja menargetkan jaringan pembuangan limbah selama dua tahun perang.
“Kita berbicara tentang kehancuran hampir total sekitar 2 juta meter linier jaringan pembuangan limbah, dan pemerintah kota tidak memiliki peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki atau memeliharanya,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa lebih dari 200 pegawai pemerintah kota terbunuh saat menjalankan tugas profesional dan kemanusiaan mereka.
Ia mencatat bahwa sekitar 5.000 pegawai pemerintah kota di Gaza telah bekerja selama 735 hari tanpa gaji, meskipun terjadi perang dan terus-menerus menjadi sasaran.
Mengenai serangan terhadap gedung-gedung pemerintah kota, Al-Batta mengatakan bahwa gedung-gedung tersebut menjadi sasaran langsung selama perang dua tahun tersebut. Serangan Israel juga menghantam peralatan pemerintah kota di Kota Gaza, Khan Younis, dan Jabalia, menghancurkan puluhan mesin penting.
Ia mengatakan Israel menghancurkan 15 buldoser yang sebelumnya disumbangkan oleh negara-negara Arab dan Mesir selama periode gencatan senjata sebelumnya yang dimulai pada Januari 2025 dan berakhir pada Maret.
3. Krisis Air
Mengenai krisis air, Al-Batta mengatakan bahwa krisis ini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya karena Israel telah menghancurkan lebih dari 700 sumur di seluruh Gaza selama dua tahun genosida, yang mewakili 80–85% dari seluruh sumur kota.Ia mengatakan jatah air per kapita harian telah turun dari 90 liter sebelum genosida menjadi hanya 10–15 liter saat ini.
Ia menambahkan bahwa air tanah dan lingkungan terkontaminasi karena limbah telah bocor ke dalam tanah setelah militer Israel secara sengaja menargetkan jaringan pembuangan limbah selama dua tahun perang.
“Kita berbicara tentang kehancuran hampir total sekitar 2 juta meter linier jaringan pembuangan limbah, dan pemerintah kota tidak memiliki peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki atau memeliharanya,” ujarnya.
4. Bekerja Tanpa Gaji
Al-Batta mengatakan pegawai pemerintah kota menghadapi kondisi yang parah selama genosida, yang menyebabkan banyak dari mereka terbunuh, sementara yang lain terus bekerja tanpa bayaran.Ia mengatakan bahwa lebih dari 200 pegawai pemerintah kota terbunuh saat menjalankan tugas profesional dan kemanusiaan mereka.
Ia mencatat bahwa sekitar 5.000 pegawai pemerintah kota di Gaza telah bekerja selama 735 hari tanpa gaji, meskipun terjadi perang dan terus-menerus menjadi sasaran.
Mengenai serangan terhadap gedung-gedung pemerintah kota, Al-Batta mengatakan bahwa gedung-gedung tersebut menjadi sasaran langsung selama perang dua tahun tersebut. Serangan Israel juga menghantam peralatan pemerintah kota di Kota Gaza, Khan Younis, dan Jabalia, menghancurkan puluhan mesin penting.
Ia mengatakan Israel menghancurkan 15 buldoser yang sebelumnya disumbangkan oleh negara-negara Arab dan Mesir selama periode gencatan senjata sebelumnya yang dimulai pada Januari 2025 dan berakhir pada Maret.
Lihat Juga :