AS Ingin Jual 48 Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi, tapi Takut Teknologinya Direbut China
Jum'at, 14 November 2025 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Kekhawatiran serupa juga muncul dengan Arab Saudi. Para pejabat AS sedang mendiskusikan apakah akan menerapkan perlindungan pada teknologi F-35, meskipun belum jelas apa yang akan tercantum dalam perjanjian penjualan dan saran apa yang dipaparkan dalam laporan intelijen Pentagon, jika ada.
China dan Arab Saudi memiliki beberapa hubungan militer. Militer China membantu Arab Saudi membangun rudal balistik dan memperoleh rudal yang lebih canggih, serta mengoperasikannya.
Para anggota Parlemen dari Partai Demokrat menyampaikan kekhawatiran tersebut dalam sebuah surat kepada Presiden Joseph R Biden Jr (Joe Biden) pada Juni 2022, sebelum kunjungan pertamanya ke kerajaan tersebut.
Arab Saudi telah membeli rudal balistik jarak pendek dari China selama bertahun-tahun, dan mereka baru-baru ini mulai membeli rudal Beijing yang lebih canggih dan mampu menempuh jarak lebih jauh. Mereka juga mulai memperoleh teknologi untuk membuat komponen sendiri, mendirikan fasilitas produksi, dan melakukan uji coba peluncuran, dengan tujuan yang jelas untuk dapat memproduksi rudal mereka sendiri, kata pejabat AS.
Jeffrey Lewis, pakar pengendalian senjata di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia telah melihat citra satelit dari lokasi uji coba rudal di Arab Saudi yang merupakan versi lebih kecil dari lokasi uji coba rudal di China.
Bagi Arab Saudi, mengakuisisi F-35—jet tempur siluman andalan Amerika—akan memberikan keunggulan besar bagi Angkatan Udara-nya dalam hal kemampuan siluman dan akan membantu pilotnya menilai ruang pertempuran yang kompleks dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh armada tempurnya yang ada, kata Gareth Jennings, editor penerbangan Janes, firma intelijen pertahanan.
"Singkatnya, F-35 mewakili puncak penerbangan tempur Barat dalam hal kemampuan dan 'hak membanggakan' prestise," katanya.
Kehebatan F-35 terlihat jelas dalam perang 12 hari Israel dengan Iran pada bulan Juni. "Meskipun militer Israel belum menjelaskan secara rinci peran pesawat tersebut dalam konflik tersebut, kemampuan F-35 untuk menghancurkan beberapa sistem pertahanan udara Iran memungkinkan jet-jet tempur Israel yang lebih tua untuk beroperasi di atas Iran dengan impunitas yang nyata, dan kemungkinan besar merupakan faktor penyumbang yang sangat besar bagi keberhasilan Israel dalam operasi tersebut," kata Jennings.
Trump telah membanggakan pencapaiannya dalam membuat kesepakatan dengan Arab Saudi yang kaya minyak, terutama dalam hal persenjataan. Ketika presiden Amerika Serikat itu mengunjungi kerajaan pada bulan Mei, Gedung Putih mengumumkan telah mengamankan kesepakatan senilai USD600 miliar dengan pemerintah Saudi dan perusahaan-perusahaan di sana. Paket terbesar adalah penjualan senjata senilai USD142 miliar. Namun, beberapa proyek komersial yang dipromosikan oleh pemerintah sudah berjalan sebelum Trump menjabat.
China dan Arab Saudi memiliki beberapa hubungan militer. Militer China membantu Arab Saudi membangun rudal balistik dan memperoleh rudal yang lebih canggih, serta mengoperasikannya.
Para anggota Parlemen dari Partai Demokrat menyampaikan kekhawatiran tersebut dalam sebuah surat kepada Presiden Joseph R Biden Jr (Joe Biden) pada Juni 2022, sebelum kunjungan pertamanya ke kerajaan tersebut.
Arab Saudi telah membeli rudal balistik jarak pendek dari China selama bertahun-tahun, dan mereka baru-baru ini mulai membeli rudal Beijing yang lebih canggih dan mampu menempuh jarak lebih jauh. Mereka juga mulai memperoleh teknologi untuk membuat komponen sendiri, mendirikan fasilitas produksi, dan melakukan uji coba peluncuran, dengan tujuan yang jelas untuk dapat memproduksi rudal mereka sendiri, kata pejabat AS.
Jeffrey Lewis, pakar pengendalian senjata di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, California, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia telah melihat citra satelit dari lokasi uji coba rudal di Arab Saudi yang merupakan versi lebih kecil dari lokasi uji coba rudal di China.
Bagi Arab Saudi, mengakuisisi F-35—jet tempur siluman andalan Amerika—akan memberikan keunggulan besar bagi Angkatan Udara-nya dalam hal kemampuan siluman dan akan membantu pilotnya menilai ruang pertempuran yang kompleks dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh armada tempurnya yang ada, kata Gareth Jennings, editor penerbangan Janes, firma intelijen pertahanan.
"Singkatnya, F-35 mewakili puncak penerbangan tempur Barat dalam hal kemampuan dan 'hak membanggakan' prestise," katanya.
Kehebatan F-35 terlihat jelas dalam perang 12 hari Israel dengan Iran pada bulan Juni. "Meskipun militer Israel belum menjelaskan secara rinci peran pesawat tersebut dalam konflik tersebut, kemampuan F-35 untuk menghancurkan beberapa sistem pertahanan udara Iran memungkinkan jet-jet tempur Israel yang lebih tua untuk beroperasi di atas Iran dengan impunitas yang nyata, dan kemungkinan besar merupakan faktor penyumbang yang sangat besar bagi keberhasilan Israel dalam operasi tersebut," kata Jennings.
Trump telah membanggakan pencapaiannya dalam membuat kesepakatan dengan Arab Saudi yang kaya minyak, terutama dalam hal persenjataan. Ketika presiden Amerika Serikat itu mengunjungi kerajaan pada bulan Mei, Gedung Putih mengumumkan telah mengamankan kesepakatan senilai USD600 miliar dengan pemerintah Saudi dan perusahaan-perusahaan di sana. Paket terbesar adalah penjualan senjata senilai USD142 miliar. Namun, beberapa proyek komersial yang dipromosikan oleh pemerintah sudah berjalan sebelum Trump menjabat.
(mas)
Lihat Juga :