Anomali Ahmed al-Sharaa: Dulu Teroris Bernilai Rp116 Miliar, Sekarang Dijamu Trump di Gedung Putih

Selasa, 11 November 2025 - 07:54 WIB
loading...
Anomali Ahmed al-Sharaa:...
Presiden AS Donald Trump menyambut kunjungan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Gedung Putih, Senin (10/11/2025). Foto/Kepresidenan Suriah
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa sebagai pemimpin yang kuat setelah menjamunya di Gedung Putih pada hari Senin waktu Washington.

Al-Sharaa dulunya adalah pemimpin kelompok Hay'at Tahrir al-Syam (HTS) yang berafiliasi dengan al-Qaeda. HTS pernah dimasukkan dalam daftar hitam organisasi teroris oleh pemerintah AS, yang membuat al-Sharaa alias Abu Mohammed al-Jolani juga berstatus teroris. AS pernah menawarkan hadiah USD10 juta (lebih dari Rp166 miliar) untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Namun nasib al-Sharaa berubah drastis setelah kelompoknya berhasil menggulingkan pemimpin lama Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024. Sejak itu, dia berjanji untuk membangun kembali negara yang dilanda perang saudara itu dan melindungi etnis dan agama minoritas di sana.

Baca Juga: Gedung Putih Siap Sambut Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, Padahal Dulu Teroris Bernilai Rp166 Miliar

"Dia adalah pemimpin yang sangat kuat. Dia berasal dari lingkungan yang sangat keras, dan dia adalah pria yang tangguh. Saya menyukainya. Saya cocok dengannya," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

“Kami ingin melihat Suriah menjadi negara yang sangat sukses, dan kami pikir pemimpin ini bisa mewujudkannya,” lanjut Trump.

Terlepas dari janji al-Sharaa untuk membangun masyarakat inklusif, pemerintahannya telah dirusak oleh gelombang kekerasan sektarian terhadap komunitas Druze dan Kristen, sehingga memicu kecaman dari AS.

Hanya beberapa hari sebelum kunjungan al-Sharaa ke Gedung Putih, AS bersama Inggris dan PBB menghapus al-Sharaa dari daftar teroris masing-masing.

Pada hari Senin, Washington memperpanjang penangguhan sanksi terhadap Suriah selama 180 hari, seiring Suriah berupaya untuk menormalisasi hubungan bilateral dan memperluas kerja sama keamanan.

Menurut laporan Reuters, Selasa (11/11/2025), Suriah secara resmi akan bergabung dengan koalisi pimpinan AS untuk melawan ISIS.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan pada hari Senin bahwa diplomat AS, Suriah, dan Turki telah menyetujui rencana untuk mengintegrasikan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS dan dipimpin Kurdi ke dalam militer Suriah. SDF telah menguasai sebagian besar wilayah utara dan timur Suriah sejak pertengahan tahun 2010-an.

Al-Sharaa bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow bulan lalu, setelah itu Bloomberg melaporkan bahwa Moskow telah melanjutkan penerbangan ke Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah barat, yang telah ditangguhkan pada tahun 2024.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved