Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran

Sabtu, 08 November 2025 - 14:28 WIB
loading...
A A A
"Dengan menyebarkan narasi yang menyesatkan, terkadang termasuk manipulasi dan pemalsuan fakta sejarah, mereka mencoba mengikis kepercayaan pada sistem demokrasi," demikian yang dikutip oleh The Guardian, meskipun dokumen tersebut hanya memberikan sedikit bukti substansial.

Komisi membingkai langkah tersebut sebagai respons defensif terhadap campur tangan asing, dengan mencontohkan pembatalan kontroversial pemilihan presiden Rumania tahun 2024 sebagai salah satu contohnya.

Namun, pendiri Telegram, Pavel Durov, mencatat bahwa Uni Eropa, khususnya intelijen Prancis, yang menekannya untuk menyensor konten konservatif selama pemilu di Rumania dan Moldova, mengecam blok tersebut karena melancarkan "perang salib" melawan kebebasan berbicara.

Pusat baru ini akan menambah jaringan alat Uni Eropa yang terus berkembang untuk memantau dan memoderasi informasi, dan diharapkan dapat bekerja sama dengan pemeriksa fakta yang konon "independen" dan bahkan berkoordinasi dengan influencer daring untuk mempromosikan konten yang selaras dengan kebijakan Brussel.

Proposal ini sesuai dengan kerangka penegakan yang lebih luas dari Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa, yang mengamanatkan penghapusan "konten berbahaya" dan telah menuai kritik keras dari para pendukung kebebasan berbicara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
AS-Saudi Teken Perjanjian...
AS-Saudi Teken Perjanjian Nuklir, Trump: Tak Ada Pengayaan Uranium
Rekomendasi
Pangeran Harry dan Meghan...
Pangeran Harry dan Meghan Markle Ajak Archie-Lilibet Kunjungi Rumah Masa Kecil Putri Diana
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
Berita Terkini
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved