Krisis Air Memburuk, Presiden Iran Peringatkan Warga Teheran Mungkin Harus Mengungsi
Sabtu, 08 November 2025 - 07:49 WIB
loading...
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan ibu kota, Teheran, dapat menghadapi kekurangan air yang parah dan bahkan warganya mungkin harus dievakuasi jika hujan tidak segera turun.
Berbicara dalam kunjungan ke Sanandaj di Iran barat pada hari Kamis (6/11/2025), Pezeshkian mengatakan pemerintah sedang menghadapi kombinasi krisis ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Ia mengatakan harga tinggi dan inflasi merupakan akibat dari kegagalan kebijakan domestik dan sanksi internasional, lapor Daily Itimad.
“Harga tinggi dan inflasi adalah kesalahan parlemen dan pemerintah. Ada upaya yang sedang dilakukan, tetapi sumber daya keuangan yang terbatas membuat proyek-proyek tersebut masih belum selesai,” ujarnya.
Beralih ke krisis air akibat kekeringan, Pezeshkian memperingatkan Iran menghadapi tantangan alam yang serius, termasuk berkurangnya curah hujan dan sumber daya air.
"Jika tidak turun hujan, kita harus mulai membatasi pasokan air di Teheran bulan depan. Jika kekeringan berlanjut, kita akan kehabisan air dan terpaksa mengungsi dari kota," ujarnya.
Presiden menekankan kebutuhan mendesak akan pengelolaan dan konservasi sumber daya air dan energi yang lebih baik, seraya menggambarkan situasi di Teheran sebagai "mengkhawatirkan."
Pasokan air Teheran bergantung pada lima bendungan utama, Lar, Mamlu, Amir Kabir, Taleqan, dan Latyan, dengan Amir Kabir sebagai yang terbesar.
Namun, Iran telah mengalami penurunan curah hujan yang tajam selama lima tahun terakhir, dan data meteorologi menunjukkan curah hujan di Teheran tahun ini sekitar 40% di bawah rata-rata musiman.
Kurangnya curah hujan, terutama pada musim semi dan panas, telah menyebabkan tingkat waduk turun drastis, yang memengaruhi cadangan air permukaan dan air tanah.
Otoritas Air Teheran memperingatkan pada 20 Juli bahwa waduk yang memasok ibu kota telah mencapai level terendah dalam satu abad akibat kekeringan berkepanjangan.
Pemutusan pasokan air secara berkala telah dilakukan selama bulan-bulan musim panas. Pada 3 November, Behzad Parsa, kepala Otoritas Air Teheran, mengatakan cadangan bendungan hanya dapat memasok kota selama dua minggu lagi jika kondisi kering terus berlanjut.
Pezeshkian sebelumnya telah memperingatkan pada 23 Juli bahwa jika krisis berlanjut dengan laju seperti saat ini tanpa langkah-langkah efektif, penyediaan air untuk masyarakat akan segera menjadi mustahil.
Baca juga: Genosida, Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk Netanyahu dan 36 Pejabat Israel
Berbicara dalam kunjungan ke Sanandaj di Iran barat pada hari Kamis (6/11/2025), Pezeshkian mengatakan pemerintah sedang menghadapi kombinasi krisis ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Ia mengatakan harga tinggi dan inflasi merupakan akibat dari kegagalan kebijakan domestik dan sanksi internasional, lapor Daily Itimad.
“Harga tinggi dan inflasi adalah kesalahan parlemen dan pemerintah. Ada upaya yang sedang dilakukan, tetapi sumber daya keuangan yang terbatas membuat proyek-proyek tersebut masih belum selesai,” ujarnya.
Beralih ke krisis air akibat kekeringan, Pezeshkian memperingatkan Iran menghadapi tantangan alam yang serius, termasuk berkurangnya curah hujan dan sumber daya air.
"Jika tidak turun hujan, kita harus mulai membatasi pasokan air di Teheran bulan depan. Jika kekeringan berlanjut, kita akan kehabisan air dan terpaksa mengungsi dari kota," ujarnya.
Presiden menekankan kebutuhan mendesak akan pengelolaan dan konservasi sumber daya air dan energi yang lebih baik, seraya menggambarkan situasi di Teheran sebagai "mengkhawatirkan."
Pasokan air Teheran bergantung pada lima bendungan utama, Lar, Mamlu, Amir Kabir, Taleqan, dan Latyan, dengan Amir Kabir sebagai yang terbesar.
Namun, Iran telah mengalami penurunan curah hujan yang tajam selama lima tahun terakhir, dan data meteorologi menunjukkan curah hujan di Teheran tahun ini sekitar 40% di bawah rata-rata musiman.
Kurangnya curah hujan, terutama pada musim semi dan panas, telah menyebabkan tingkat waduk turun drastis, yang memengaruhi cadangan air permukaan dan air tanah.
Otoritas Air Teheran memperingatkan pada 20 Juli bahwa waduk yang memasok ibu kota telah mencapai level terendah dalam satu abad akibat kekeringan berkepanjangan.
Pemutusan pasokan air secara berkala telah dilakukan selama bulan-bulan musim panas. Pada 3 November, Behzad Parsa, kepala Otoritas Air Teheran, mengatakan cadangan bendungan hanya dapat memasok kota selama dua minggu lagi jika kondisi kering terus berlanjut.
Pezeshkian sebelumnya telah memperingatkan pada 23 Juli bahwa jika krisis berlanjut dengan laju seperti saat ini tanpa langkah-langkah efektif, penyediaan air untuk masyarakat akan segera menjadi mustahil.
Baca juga: Genosida, Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk Netanyahu dan 36 Pejabat Israel
(sya)
Lihat Juga :