Terungkap, Pasukan Khusus AS Incar Habisi Presiden Venezuela Maduro dengan 3 Cara

Kamis, 06 November 2025 - 20:56 WIB
loading...
Terungkap, Pasukan Khusus...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mempertimbangkan tiga cara untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan, termasuk melalui operasi Pasukan Khusus Angkatan Laut (Navy SEAL). Kabar itu diungkap New York Times (NYT) pada hari Rabu (5/11/2025), mengutip sejumlah pejabat anonim.

Laporan ini muncul setelah peningkatan kekuatan militer AS baru-baru ini di Karibia, menyusul tuduhan Trump bahwa Maduro terkait dengan jaringan "narkoteroris" yang menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat.

Bulan lalu, Trump mengizinkan operasi CIA di Venezuela atas dugaan perdagangan narkoba yang didukung negara, dan Washington telah mengerahkan pasukan angkatan laut ke Karibia barat dengan perintah untuk menggunakan kekuatan yang sangat besar terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba.

Maduro membantah tuduhan tersebut, menuduh Trump "mengada-adakan perang baru."

Menurut NYT, rencana yang sedang ditinjau dapat mencakup kombinasi serangan udara terhadap instalasi militer yang mendukung Maduro, misi operasi khusus yang menargetkan presiden secara langsung, dan upaya menguasai ladang minyak dan infrastruktur Venezuela.

Salah satu skenario yang diusulkan dilaporkan melibatkan serangan udara terhadap fasilitas militer, yang beberapa di antaranya diklaim oleh pejabat AS mungkin terlibat dalam memfasilitasi perdagangan narkoba, kata media tersebut.

Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk meruntuhkan dukungan militer Venezuela terhadap Maduro.

Rencana kedua adalah mengerahkan pasukan Operasi Khusus AS, termasuk pasukan elit Delta Force dan SEAL Team 6 yang dikenal sebagai 'Navy SEAL', untuk menangkap atau membunuh Maduro, klaim media tersebut.

Gedung Putih akan berusaha menghindari pembatasan yang ada dalam menargetkan para pemimpin asing dengan menggolongkan Maduro sebagai pemimpin geng narkotika, menggemakan pembenaran untuk serangan udara AS terhadap kapal-kapal penyelundup narkoba, tulis artikel tersebut.

Rencana ketiga dilaporkan akan mengirim pasukan kontraterorisme ke Venezuela untuk menguasai bandara, ladang minyak, dan infrastruktur penting.

AS telah menawarkan hadiah USD50 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau hukuman Maduro.

Menurut beberapa laporan media pekan lalu, Washington sedang merencanakan operasi di dalam Venezuela dan telah mengidentifikasi target potensial yang diduga terkait dengan penyelundupan narkoba.

AS dilaporkan telah mengerahkan sekitar 10.000 tentara dan delapan kapal perang Angkatan Laut ke wilayah tersebut.

Venezuela mengecam peningkatan kekuatan militer tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan upaya kudeta.

Pemerintah Venezuela dilaporkan tengah mencari dukungan dari Rusia, China, dan Iran. Moskow baru-baru ini menegaskan kembali kemitraannya dengan Caracas, menyatakan dukungan kuat bagi kepemimpinan negara tersebut dalam mempertahankan kedaulatannya.

Baca juga: Trump Ajukan Cara Damai Israel Lucuti Senjata Hamas di Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Menhan Korsel Perintahkan...
Menhan Korsel Perintahkan Pasukan Khusus Habisi Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved