Trump Ingin New York Berhasil, Bukan Zohran Mamdani
Kamis, 06 November 2025 - 18:15 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump dan Wali Kota New York terpilih Zohran Mamdani. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ia terbuka untuk membantu Wali Kota terpilih New York, Zohran Mamdani. Namun Trump memperingatkan tokoh sosialis demokrat yang inovatif itu perlu "menghormati" Washington agar berhasil.
Trump menyampaikan komentar tersebut pada hari Rabu (5/11/2025) ketika Mamdani mengumumkan tim transisinya setelah terpilih secara bersejarah sebagai wali kota Muslim pertama dan keturunan Asia Selatan pertama di kota terbesar di AS tersebut.
Menanggapi pernyataan Mamdani di malam kemenangan yang berjanji untuk melawan Trump, presiden AS tersebut menyebut komentar wali kota terpilih tersebut sebagai "pernyataan berbahaya".
"Dia harus sedikit menghormati Washington, karena jika tidak, dia tidak memiliki peluang untuk berhasil," ujar Trump dalam wawancara dengan Bret Baier dari Fox News.
"Dan saya ingin dia berhasil. Saya ingin kota ini berhasil," tambah Trump, sebelum dengan cepat mengklarifikasi bahwa ia ingin Kota New York, bukan Mamdani, yang berhasil.
Sebelumnya pada hari Rabu, Trump mengisyaratkan pemerintahannya akan "membantu" wali kota baru tersebut, meskipun Trump mencapnya sebagai seorang "komunis".
"Kaum komunis, Marxis, dan globalis memiliki kesempatan, dan mereka hanya menghasilkan bencana, dan sekarang mari kita lihat bagaimana seorang komunis akan bertindak di New York. Kita lihat saja nanti," ujar Trump dalam pidatonya di Forum Bisnis Amerika di Miami, Florida.
Dia menjelaskan, "Kami akan membantunya, kami akan membantunya. Kami ingin New York sukses. Kami akan membantunya sedikit, mungkin."
Trump mengecam Mamdani menjelang pemilihan wali kota New York pada hari Selasa, menggambarkannya sebagai "orang gila komunis" dan mengancam akan memotong dana federal untuk kota tersebut jika ia memenangkan pemilihan.
Mamdani, yang platformnya mencakup layanan penitipan anak gratis untuk semua, bus gratis, dan toko kelontong yang dikelola pemerintah, telah menolak label komunis, dan menyebut dirinya sebagai seorang sosialis demokrat.
Meskipun Mamdani akan bertanggung jawab untuk memerintah kota berpenduduk sekitar 8,5 juta jiwa, pemilihannya secara luas dipandang memiliki implikasi nasional di tengah perjuangan Partai Demokrat untuk mendamaikan faksi-faksi sentris dan progresif serta secara efektif melawan Trump.
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menjadikan pemilihannya sebagai model untuk mengalahkan Trump, dengan menyapa presiden yang gemar menonton TV secara langsung dengan memintanya untuk "mengeraskan volume".
Dalam pidato yang memaparkan prioritasnya pada hari Rabu, Mamdani, yang akan menjabat pada 1 Januari, menegaskan kembali tekadnya untuk menentang Trump, sekaligus menunjukkan kesediaannya untuk berinteraksi dengan pemerintahan.
"Saya tidak akan berbasa-basi jika menyangkut Presiden Trump," tegas wali kota terpilih tersebut.
Mamdani menegaskan, "Saya akan terus menjelaskan tindakannya sebagaimana adanya, dan saya juga akan selalu melakukannya sambil tetap membuka pintu untuk melakukan percakapan tersebut."
Baca juga: Saatnya Menagih Janji Zohran Mamdani Menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu
Trump menyampaikan komentar tersebut pada hari Rabu (5/11/2025) ketika Mamdani mengumumkan tim transisinya setelah terpilih secara bersejarah sebagai wali kota Muslim pertama dan keturunan Asia Selatan pertama di kota terbesar di AS tersebut.
Menanggapi pernyataan Mamdani di malam kemenangan yang berjanji untuk melawan Trump, presiden AS tersebut menyebut komentar wali kota terpilih tersebut sebagai "pernyataan berbahaya".
"Dia harus sedikit menghormati Washington, karena jika tidak, dia tidak memiliki peluang untuk berhasil," ujar Trump dalam wawancara dengan Bret Baier dari Fox News.
"Dan saya ingin dia berhasil. Saya ingin kota ini berhasil," tambah Trump, sebelum dengan cepat mengklarifikasi bahwa ia ingin Kota New York, bukan Mamdani, yang berhasil.
Sebelumnya pada hari Rabu, Trump mengisyaratkan pemerintahannya akan "membantu" wali kota baru tersebut, meskipun Trump mencapnya sebagai seorang "komunis".
"Kaum komunis, Marxis, dan globalis memiliki kesempatan, dan mereka hanya menghasilkan bencana, dan sekarang mari kita lihat bagaimana seorang komunis akan bertindak di New York. Kita lihat saja nanti," ujar Trump dalam pidatonya di Forum Bisnis Amerika di Miami, Florida.
Dia menjelaskan, "Kami akan membantunya, kami akan membantunya. Kami ingin New York sukses. Kami akan membantunya sedikit, mungkin."
Trump mengecam Mamdani menjelang pemilihan wali kota New York pada hari Selasa, menggambarkannya sebagai "orang gila komunis" dan mengancam akan memotong dana federal untuk kota tersebut jika ia memenangkan pemilihan.
Mamdani, yang platformnya mencakup layanan penitipan anak gratis untuk semua, bus gratis, dan toko kelontong yang dikelola pemerintah, telah menolak label komunis, dan menyebut dirinya sebagai seorang sosialis demokrat.
Meskipun Mamdani akan bertanggung jawab untuk memerintah kota berpenduduk sekitar 8,5 juta jiwa, pemilihannya secara luas dipandang memiliki implikasi nasional di tengah perjuangan Partai Demokrat untuk mendamaikan faksi-faksi sentris dan progresif serta secara efektif melawan Trump.
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menjadikan pemilihannya sebagai model untuk mengalahkan Trump, dengan menyapa presiden yang gemar menonton TV secara langsung dengan memintanya untuk "mengeraskan volume".
Dalam pidato yang memaparkan prioritasnya pada hari Rabu, Mamdani, yang akan menjabat pada 1 Januari, menegaskan kembali tekadnya untuk menentang Trump, sekaligus menunjukkan kesediaannya untuk berinteraksi dengan pemerintahan.
"Saya tidak akan berbasa-basi jika menyangkut Presiden Trump," tegas wali kota terpilih tersebut.
Mamdani menegaskan, "Saya akan terus menjelaskan tindakannya sebagaimana adanya, dan saya juga akan selalu melakukannya sambil tetap membuka pintu untuk melakukan percakapan tersebut."
Baca juga: Saatnya Menagih Janji Zohran Mamdani Menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu
(sya)
Lihat Juga :