Perkuat Aliansi dengan AS, Korea Selatan Rebut Kembali Operasional Pasukan di Masa Perang

Rabu, 05 November 2025 - 18:03 WIB
loading...
A A A
Selama Perang Korea 1950-1953, Korea Selatan menempatkan kendali operasional pasukannya di bawah Komando PBB yang dipimpin AS. Pada tahun 1978, wewenang tersebut dialihkan kepada Komando Pasukan Gabungan milik sekutu.

Meskipun kendali operasional masa perang tetap berada di tangan AS, Korea Selatan mendapatkan kembali kendali militernya di masa damai pada tahun 1994.

BacaJuga: 7 Tantangan Zohran Mamdani Memimpin Kota New York, Salah Satunya Pajak bagi Orang Kaya

Lee juga menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden AS Donald Trump atas keputusannya untuk mengizinkan Korea Selatan membangun kapal selam bertenaga nuklir, dengan menyatakan bahwa hal itu akan "meningkatkan secara signifikan kemampuan militer Korea dan perkembangan aliansi bilateral."

Menurut Kang, Hegseth menyambut baik keputusan Korea Selatan untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan meningkatkan kemampuannya melalui kapal selam nuklir bersenjata konvensional.

Dalam pembicaraannya dengan Menteri Pertahanan Ahn Gyu-back sebelumnya pada hari itu, Hegseth menyebutkan bahwa Washington akan berupaya membantu melaksanakan janji Trump untuk mengizinkan Korea Selatan membangun kapal selam bertenaga nuklir di galangan kapal AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Pendaftaran Kartu Huma...
Pendaftaran Kartu Huma Betang Sejahtera Kini Berbasis Digital, Masyarakat Kalteng Bisa Daftar Melalui humabetang.id
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved