Biodata Andrew Cuomo, Calon Wali Kota New York City yang Didukung Trump tapi Kalah Lawan Mamdani

Rabu, 05 November 2025 - 14:00 WIB
loading...
Biodata Andrew Cuomo,...
Andrew Mark Cuomo kalah dalam pemilu wali kota New York City. Foto/anadolu
A A A
NEW YORK - Kekalahan Andrew Mark Cuomo saat melawan Zohran Kwame Mamdani dalam pemilihan wali kota New York City menjadi titik balik besar dalam sejarah politik Amerika.

Cuomo, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu tokoh paling kuat di Partai Demokrat dan mantan Gubernur New York tiga periode, harus mengakui kekalahan dari kandidat muda progresif keturunan Afrika-Asia yang membawa semangat baru politik kota tersebut.

Didukung secara terbuka oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Cuomo mencoba menampilkan citra moderat dan janji stabilitas, tetapi masyarakat New York memilih jalan perubahan yang diwakili Zohran Mamdani.

Kekalahan ini bukan hanya kekalahan pribadi, melainkan juga simbol pergeseran generasi dan arah politik di Amerika Serikat—dari politik elitis menuju politik berbasis keberagaman dan suara rakyat kecil.

1. Latar Belakang Kehidupan dan Keluarga


Andrew Mark Cuomo lahir pada 6 Desember 1957 di Queens, New York City. Ia berasal dari keluarga Italia-Amerika Katolik yang dikenal sangat berpengaruh di dunia politik.

Ayahnya, Mario Cuomo, adalah gubernur legendaris negara bagian New York yang menjabat selama tiga periode dari 1983 hingga 1994.

Ibunya, Matilda Raffa Cuomo, adalah aktivis sosial yang dikenal luas karena perjuangannya dalam bidang pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga.

Lingkungan keluarga yang sarat dengan diskusi politik, intelektual, dan sosial membentuk kepribadian Cuomo sejak dini.

Cuomo tumbuh dengan pandangan bahwa politik bukan sekadar karier, tetapi sarana pengabdian publik.

Ia menyaksikan ayahnya berjuang menghadapi tekanan politik tanpa kehilangan integritas, dan dari situ ia belajar tentang pentingnya ketegasan, kecerdasan, serta keberanian dalam mengambil keputusan.

Dalam wawancara-wawancara masa mudanya, Cuomo sering menyebut ayahnya sebagai “guru terbesar” yang menanamkan nilai bahwa kekuasaan harus digunakan untuk melindungi masyarakat kecil, bukan memperkaya diri.

2. Pendidikan dan Awal Karier


Cuomo menyelesaikan pendidikan sarjana di Fordham University pada tahun 1979. Setelah itu, ia melanjutkan ke Albany Law School, tempat ia meraih gelar Juris Doctor pada tahun 1982.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai asisten jaksa distrik di Manhattan, di mana ia terlibat dalam berbagai kasus pidana dan mulai memahami kompleksitas sistem hukum serta tantangan sosial di kota New York.

Namun, Cuomo tidak berhenti pada dunia hukum. Ia mendirikan organisasi Housing Enterprise for the Less Privileged (H.E.L.P.) pada tahun 1986.

Organisasi ini didirikan untuk menolong para tunawisma dan keluarga berpenghasilan rendah agar mendapatkan akses tempat tinggal yang layak.

Program H.E.L.P. sukses menarik perhatian publik dan media karena menunjukkan sisi empatik Cuomo terhadap persoalan sosial yang sering diabaikan pemerintah.

Dari sinilah citra Cuomo sebagai “pembela rakyat kecil” mulai terbentuk dan menjadi modal politik penting dalam perjalanan kariernya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Breaking News! Razman...
Breaking News! Razman Arif Nasution Dijebloskan di Lapas Cipinang!
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
New York City Tiba-tiba...
New York City Tiba-tiba Umumkan 3 Langkah Hadapi Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved