Lebih dari 1,4 Juta Orang telah Memberi Suara dalam Pemilu Wali Kota New York

Rabu, 05 November 2025 - 07:25 WIB
loading...
Lebih dari 1,4 Juta...
Jessica Dejesus memberikan suara untuk Zohran Mamdani dalam pemilu wali kota New York. Foto/Joseph Stepansky/Al Jazeera
A A A
NEW YORK - Data terbaru dari Dewan Pemilihan Kota New York telah masuk. Hingga pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT), lebih dari 1,4 juta orang telah memberikan suara. Angka ini termasuk 735.000 suara awal yang memecahkan rekor.

Ini berarti kota ini telah mengumpulkan sekitar 717.000 suara hari ini, dengan lebih dari lima jam tersisa sebelum pemungutan suara ditutup pukul 21.00 (02.00 GMT).

Sementara itu, dukungan untuk Zohran Mamdani terus bertambah dari berbagai kalangan yang sebelumnya tidak mendukungnya.

Alex Lawerance, 55, seorang pengacara, awalnya mendukung Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada bulan Juni, tetapi mempertimbangkan kembali sebelum pemilihan umum.

“Pada pemilihan pendahuluan, saya tidak memilihnya (Mamdani), tetapi saya mengubah pilihan saya kepadanya setelah mempertimbangkannya,” ujar Lawerance.

“Saya tidak seprogresif dia (Mamdani), tetapi dia memiliki pesan yang positif, dia memiliki integritas, dan saya pikir dia akan melakukan pekerjaan dengan baik. Saya ingin memberinya kesempatan,” papar dia.

Pemilih yang belum menentukan pilihan mendukung Mamdani setelah menonton video TikTok dukungan Presiden AS Donald Trump untuk Cuomo.

Bagi Jessica Dejesus, 40 tahun, dari Bronx, keputusannya benar-benar ditentukan di menit-menit terakhir.

Ia tidak terlalu terlibat dalam persaingan, tetapi berencana untuk memilih Cuomo. "Selama pandemi, dia selalu muncul di TV, memberi kami kabar terbaru," ujarnya kepada Al Jazeera. "Dia adalah orang kami selama pandemi."

Namun kemarin, ia melihat video di TikTok tentang dukungan Trump untuk Cuomo – dan hal itu mulai mengubah pikirannya.

"Kita tidak bisa membiarkan itu. Saya tidak menentang semua yang dilakukan Trump, tetapi dia mengurangi kupon makanan dan itu memengaruhi banyak orang," papar dia, merujuk pada pembatasan tunjangan Program Bantuan Nutrisi Tambahan AS (SNAP) dalam RUU yang disahkan Trump dan Partai Republik awal tahun ini.

"Saya mengerti kita harus mencegah orang jahat datang melintasi perbatasan, tetapi ada banyak imigran baik di sini juga," ujar dia.

Saat menuju tempat pemungutan suara, ia masih ragu, dan berkata, "Saya harus menunggu sampai kertas itu ada di depan saya".

Beberapa menit kemudian, ia muncul. "Saya memilih Mamdani!" katanya.

Baca juga: Hamas Kecam RUU Israel untuk Eksekusi Tahanan Palestina sebagai Kejahatan Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Selat Hormuz Membara,...
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Rekomendasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
Berita Terkini
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Infografis
Setekah Perang Sengit,...
Setekah Perang Sengit, Rusia Akhirnya Rebut New York dari Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved