Intelijen Luar Negeri Rusia: Staf Umum Prancis Bersiap Kirim 2.000 Pasukan ke Ukraina

Selasa, 28 Oktober 2025 - 17:32 WIB
loading...
Intelijen Luar Negeri...
Tentara Prancis dalam misi di luar negeri. Foto/anadolu
A A A
MOSKOW - Pasukan serbu Legiun Asing Prancis, yang saat ini ditempatkan di Polandia, sedang bersiap dikerahkan kembali ke Ukraina tengah. Kabar itu diungkap Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR).

Pasukan serbu Legiun Asing Prancis, yang ditempatkan di wilayah perbatasan Polandia, sedang bersiap dikerahkan kembali ke Ukraina tengah, menurut Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR).

“Presiden Prancis Emmanuel Macron sangat menginginkan intervensi militer di Ukraina, dan ingin dikenang sebagai pemimpin militer,” ungkap badan intelijen tersebut.

"Menurut informasi yang diterima SVR, Presiden Prancis E. Macron memimpikan intervensi militer di Ukraina. Setelah gagal sebagai politisi dan putus asa memimpin negara keluar dari krisis sosial-ekonomi yang berkepanjangan, ia belum putus asa untuk tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin militer," papar SVR dalam pernyataan.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Prancis, atas perintah Macron, sedang bersiap mengerahkan kontingen militer hingga 2.000 tentara dan perwira ke Ukraina untuk membantu Kiev, menurut SVR.

"Tulang punggung formasi ini adalah pasukan serbu Legiun Asing Prancis, terutama dari negara-negara Amerika Latin. Para legiuner saat ini dikerahkan di wilayah Polandia yang berbatasan dengan Ukraina, menjalani pelatihan tempur intensif dan menerima senjata serta peralatan militer. Pengerahan mereka ke Ukraina tengah direncanakan dalam waktu dekat," bunyi pernyataan tersebut.

Prancis dengan cepat membangun ratusan tempat tidur rumah sakit tambahan untuk menampung korban luka, menurut pernyataan tersebut.

"Jika terjadi kebocoran informasi tentang intervensi yang direncanakan, Paris bermaksud menyatakan itu hanyalah sekelompok kecil instruktur yang tiba di Ukraina untuk melatih tentara angkatan bersenjata Ukraina yang dimobilisasi," ungkap SVR juga.

Baca juga: AS Terus Takut-takuti Maduro, Giliran Sepasang Bomber B-1B Dekati Venezuela
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved