6 Kecanggihan Rudal Nuklir Burevestnik, Salah Satunya Mampu Terbang Berhari-hari

Selasa, 28 Oktober 2025 - 04:40 WIB
loading...
A A A
Ia menjelaskan bahwa rudal tersebut mengandalkan tenaga nuklir selama penerbangannya, dapat melewati sistem pertahanan apa pun, dan memiliki jangkauan tak terbatas. Sistem propulsi nuklir rudal ini dirancang agar dapat terbang lebih jauh dan lebih lama dibandingkan mesin turbojet atau turbofan konvensional, yang dibatasi oleh jumlah bahan bakar yang dibawanya.

Hal ini memungkinkan rudal ini untuk "berkeliaran" dalam waktu lama sebelum mengenai sasarannya.

3. Bisa Mengudara selama Berhari-hari

Menurut Nuclear Threat Initiative (NTI), sebuah organisasi keamanan nirlaba AS, rudal ini dapat tetap mengudara selama berhari-hari. Dalam laporan tahun 2019, NTI menyatakan: "Saat beroperasi, Burevestnik membawa hulu ledak nuklir (atau lebih), mengitari dunia pada ketinggian rendah, menghindari sistem pertahanan rudal dan medan, lalu menjatuhkan hulu ledaknya di lokasi yang sulit diprediksi."

Namun, beberapa pakar Barat berpendapat bahwa kecepatan subsonik rudal tersebut membuatnya lebih mudah dideteksi, dan menjadi lebih rentan semakin lama berada di udara.

Menanggapi hal ini, pakar militer Rusia Alexey Leonkov menulis pada tahun 2019 bahwa peran Burevestnik adalah untuk menghancurkan "sisa-sisa" pusat komando, pangkalan militer, pabrik, dan pembangkit listrik musuh setelah Rusia meluncurkan rudal balistik antarbenuanya — yang pada saat itu sistem pertahanan udara musuh akan lumpuh dan tidak dapat mencegatnya.

Ia mengatakan Burevestnik "akan mengembalikan negara-negara agresif ke Zaman Batu," dengan menghancurkan infrastruktur militer dan sipil mereka.

4. Bisa Menyerang Target di AS

Menurut Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), yang pada tahun 2021 mengutip sebuah majalah militer khusus Rusia, jangkauan teoretis rudal tersebut mencapai 20.000 kilometer (12.400 mil), yang berarti rudal tersebut dapat diluncurkan dari mana saja di Rusia untuk menyerang target di dalam Amerika Serikat.

Majalah yang sama menunjukkan ketinggian terbang rudal tersebut hanya antara 50 dan 100 meter (164–328 kaki), jauh lebih rendah daripada rudal jelajah konvensional, sehingga menyulitkan radar pertahanan udara untuk mendeteksinya.

Sebuah laporan tahun 2020 oleh Pusat Intelijen Udara dan Antariksa Nasional Angkatan Udara AS menyatakan bahwa jika Rusia berhasil menerjunkan Burevestnik, hal itu akan memberi Moskow "kemampuan antarbenua yang unik."

Para ahli memperkirakan rudal tersebut awalnya diluncurkan oleh roket berbahan bakar padat kecil yang mempercepatnya sambil memompa udara ke dalam mesin yang berisi reaktor nuklir mini, tempat udara dipanaskan dan dikeluarkan (dan mungkin menjadi radioaktif) untuk menghasilkan daya dorong ke depan.

5. Mampu Menghancurkan Bunker

Catatan uji Burevestnik buruk: beberapa uji coba sebelumnya dilaporkan gagal, menurut para ahli Barat. Pada tahun 2019, setidaknya lima ilmuwan nuklir Rusia tewas dalam ledakan dan kebocoran radiasi selama uji coba di Laut Putih; sumber intelijen AS mengatakan mereka yakin insiden itu merupakan bagian dari uji coba rudal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Mengapa Pemain Spanyol...
Mengapa Pemain Spanyol Tidak Menyanyikan Lagu Kebangsaan di Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved