6 Kecanggihan Rudal Nuklir Burevestnik, Salah Satunya Mampu Terbang Berhari-hari
Selasa, 28 Oktober 2025 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Putin kemudian menganugerahkan penghargaan kenegaraan tinggi kepada para janda ilmuwan tersebut, dengan mengatakan bahwa senjata yang mereka kembangkan "tak tertandingi di dunia," meskipun ia tidak menyebutkan namanya saat itu.
Burevestnik dilaporkan sebagai rudal jelajah strategis dengan jangkauan tak terbatas, yang ditenagai oleh sistem propulsi nuklir. Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target strategis bernilai tinggi, termasuk tempat perlindungan yang dibentengi.
Rudal ini dikatakan tidak terlihat oleh radar musuh dan hanya dapat dideteksi oleh satelit khusus selama peluncuran dan fase akselerasi.
Burevestnik (9M730) adalah salah satu proyek senjata Rusia yang paling rahasia dan kontroversial. Reuters menggambarkannya sebagai rudal jelajah bertenaga nuklir dengan jangkauan tak terbatas yang mampu terbang ribuan kilometer pada ketinggian sangat rendah untuk menghindari radar.
Menurut laporan dari EADaily dan pernyataan Presiden Vladimir Putin, rudal tersebut dilengkapi dengan reaktor nuklir siklus tertutup yang didinginkan oleh natrium cair, yang memberinya kemampuan untuk terbang hingga 14.000 kilometer selama 15 jam terus menerus — angka-angka yang dilaporkan dikonfirmasi dalam uji coba terbaru pada Oktober 2025. Panjangnya sekitar 10–12 meter, dan hulu ledaknya diperkirakan sekitar 400 kilogram dengan hasil mendekati 500 kiloton, menurut IISS.
Menurut pakar militer Alexey Leonkov, Burevestnik digunakan sebagai senjata "serangan kedua" yang mampu membalas setelah serangan awal ketika pertahanan musuh lumpuh, sehingga memainkan peran strategis sentral dalam menyeimbangkan pencegahan nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat.
Pada Oktober 2023, Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal tersebut.
Pada tahun 2024, dua peneliti AS mengatakan mereka telah mengidentifikasi kemungkinan lokasi penempatan rudal tersebut di dekat fasilitas penyimpanan hulu ledak nuklir yang dikenal sebagai "Vologda-20" atau "Chipsara," yang terletak sekitar 475 kilometer di utara Moskow.
Burevestnik dilaporkan sebagai rudal jelajah strategis dengan jangkauan tak terbatas, yang ditenagai oleh sistem propulsi nuklir. Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target strategis bernilai tinggi, termasuk tempat perlindungan yang dibentengi.
Rudal ini dikatakan tidak terlihat oleh radar musuh dan hanya dapat dideteksi oleh satelit khusus selama peluncuran dan fase akselerasi.
Burevestnik (9M730) adalah salah satu proyek senjata Rusia yang paling rahasia dan kontroversial. Reuters menggambarkannya sebagai rudal jelajah bertenaga nuklir dengan jangkauan tak terbatas yang mampu terbang ribuan kilometer pada ketinggian sangat rendah untuk menghindari radar.
Menurut laporan dari EADaily dan pernyataan Presiden Vladimir Putin, rudal tersebut dilengkapi dengan reaktor nuklir siklus tertutup yang didinginkan oleh natrium cair, yang memberinya kemampuan untuk terbang hingga 14.000 kilometer selama 15 jam terus menerus — angka-angka yang dilaporkan dikonfirmasi dalam uji coba terbaru pada Oktober 2025. Panjangnya sekitar 10–12 meter, dan hulu ledaknya diperkirakan sekitar 400 kilogram dengan hasil mendekati 500 kiloton, menurut IISS.
6. Memiliki Desain Subsonik
Majalah Rusia Naked Science (Oktober 2025) mencatat bahwa desain sayap lurus rudal tersebut membuatnya subsonik, tetapi lebih stabil dan lebih aman daripada desain AS sebelumnya seperti proyek "Pluto", karena sistem propulsi nuklirnya tidak memancarkan gas radioaktif ke atmosfer.Menurut pakar militer Alexey Leonkov, Burevestnik digunakan sebagai senjata "serangan kedua" yang mampu membalas setelah serangan awal ketika pertahanan musuh lumpuh, sehingga memainkan peran strategis sentral dalam menyeimbangkan pencegahan nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat.
Pada Oktober 2023, Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal tersebut.
Pada tahun 2024, dua peneliti AS mengatakan mereka telah mengidentifikasi kemungkinan lokasi penempatan rudal tersebut di dekat fasilitas penyimpanan hulu ledak nuklir yang dikenal sebagai "Vologda-20" atau "Chipsara," yang terletak sekitar 475 kilometer di utara Moskow.
(ahm)
Lihat Juga :