Prancis Akan Kirim Pasukan ke Ukraina Tahun Depan, Ada Apa Gerangan?

Minggu, 26 Oktober 2025 - 20:40 WIB
loading...
Prancis Akan Kirim Pasukan...
Prancis siap kirim pasukan ke Ukraina pada tahun depan. Foto/X/@Heroiam_Slava
A A A
PARIS - Prancis siap mengirim pasukan paling cepat tahun depan sebagai bagian dari jaminan keamanan yang diusulkan oleh pendukung Barat Ukraina jika gencatan senjata tercapai dalam konflik dengan Rusia. Itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Darat Prancis Pierre Schill.

Berbicara di hadapan Komite Pertahanan Majelis Nasional, Schill mengatakan tahun depan "akan ditandai oleh koalisi," merujuk pada latihan Orion 26 skala besar yang dipimpin Prancis, yang menurutnya akan menguji koordinasi antar pasukan NATO.

"Kami akan siap mengerahkan pasukan dalam kerangka jaminan keamanan, jika perlu, demi kepentingan Ukraina," kata Schill kepada para anggota parlemen, dilansir RT.

Ia menambahkan bahwa Angkatan Darat Prancis mampu menanggapi tiga "peringatan" secara bersamaan, termasuk potensi pengerahan pasukan ke Ukraina.

Prancis saat ini mempertahankan "tingkat darurat nasional" sebanyak 7.000 tentara yang dapat dimobilisasi dalam waktu 12 jam hingga lima hari, baik untuk misi domestik maupun untuk komitmen NATO.

Pengumuman ini muncul sehari setelah Kepala Angkatan Bersenjata Fabien Mandon mengatakan militer Prancis harus siap menghadapi potensi konfrontasi dengan Rusia dalam beberapa tahun mendatang.

Ia mengklaim bahwa Rusia "mungkin tergoda" untuk memperluas konflik ke benua Eropa, sebuah klaim yang dibantah Moskow.

Baca Juga: Tak Trauma Kalah dari Trump, Kamala Harris Siap Maju Capres 2028

Bulan lalu, Wall Street Journal melaporkan bahwa para panglima militer Uni Eropa sedang menyusun rencana untuk "jaminan keamanan" bagi Kiev. Rencana tersebut mencakup pengiriman sekitar 10.000 tentara ke Ukraina – satu kelompok untuk melatih dan membantu unit-unit Ukraina, dan kelompok lainnya untuk bertugas sebagai "pasukan penenang" setelah kesepakatan damai.

Moskow telah menyatakan penolakan keras terhadap pengerahan pasukan NATO ke Ukraina, dengan alasan bahwa ambisi Kiev untuk bergabung dengan blok tersebut merupakan salah satu alasan utama konflik tersebut.

Awal bulan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan Eropa Barat "melakukan segalanya" untuk meningkatkan konflik, menuduh "para non-profesional" di pemerintahan Uni Eropa gagal memahami konsekuensi dari tindakan mereka.

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan Rusia tidak menentang jaminan keamanan untuk Kiev, asalkan jaminan tersebut juga mempertimbangkan kepentingan Rusia.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Tiga Tahun Program Mangrove...
Tiga Tahun Program Mangrove NHM di Kao Tunjukkan Hasil Nyata bagi Pemulihan Ekosistem Pesisir
Jawaban untuk Kenyamanan...
Jawaban untuk Kenyamanan Menginap Melalui Pilihan Hotel-Hotel Favorit
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Berita Terkini
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved