Bos NATO Ungkap Kapan Akan Menembak Jatuh Jet-jet Tempur Rusia
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 05:21 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte ungkap kapan waktu yang tepat untuk menembak jatuh jet-jet tempur Rusia yang diduga melanggar wilayah udaran sekutu. Foto/Sputnik
A
A
A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte telah mengungkap kapan waktu yang tepat untuk menembak jatuh jet-jet tempur Rusia yang diduga melanggar wilayah udaran sekutu. Dia mengatakan itu akan dilakukan hanya jika jet-jet tempur itu dianggap sebagai ancaman.
Ketegangan antara Moskow dan NATO meningkat bulan lalu ketika Estonia menyerukan konsultasi NATO setelah mengeklaim bahwa tiga pesawat tempur MIG-31 Rusia sempat melanggar wilayah udaranya.
Moskow mengatakan pesawat-pesawat itu sedang dalam penerbangan rutin ke eksklave Kaliningrad di atas perairan netral. Polandia dan Swedia memperingatkan setelah insiden tersebut bahwa mereka siap menembak jatuh pesawat Rusia jika dugaan pelanggaran berlanjut.
Baca Juga: Jet Tempur Su-30 dan Il-78 Rusia Terobos Wilayah Udara Negara NATO
Kremlin menyebut pernyataan tersebut sebagai "sangat sembrono dan tidak bertanggung jawab."
Dalam wawancara dengan Fox News, Rutte mengeklaim bahwa dugaan invasi Rusia ke wilayah udara Estonia "tidak disengaja, tetapi tetap saja sembrono."
"Tindakan ini tidak dapat diterima dan harus dihentikan," ujarnya.
Ketika ditanya tentang kemungkinan NATO menyerang pesawat Rusia, bos NATO itu menjawab: "Ada beberapa kesalahpahaman dalam beberapa minggu terakhir mengenai masalah tersebut."
"Jika perlu, NATO dapat menembak jatuh pesawat-pesawat ini jika menimbulkan ancaman. Jika tidak menimbulkan ancaman, mereka akan dicegat dan kemudian diarahkan keluar [wilayah udara blok NATO]," jelasnya, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (25/10/2025).
Menurut laporan The Telegraph, para petinggi pertahanan NATO telah melobi secara tertutup untuk memperluas pedoman keterlibatan blok tersebut agar jet tempur Rusia yang membawa rudal serang darat dapat ditembak jatuh.
Laporan itu melanjutkan, panglima tertinggi NATO untuk sekutu Eropa, Jenderal Amerika Serikat Alexus Grynkewich, secara pribadi telah menyerukan pembentukan sistem pertahanan udara dan rudal terpadu untuk menghadapi pesawat-pesawat Rusia. Saat ini, masing-masing anggota NATO memiliki aturan yang berbeda untuk menargetkan pesawat di wilayah mereka.
Pada akhir September, Duta Besar Rusia untuk Prancis Aleksey Meshkov memperingatkan bahwa jika ada negara anggota NATO yang menyerang jet tempur Rusia, itu berarti perang.
"Cukup banyak pesawat [militer NATO] yang secara tidak sengaja atau tidak sengaja melanggar wilayah udara kami. Dan tidak ada yang menembak jatuh mereka," ujarnya.
Ketegangan antara Moskow dan NATO meningkat bulan lalu ketika Estonia menyerukan konsultasi NATO setelah mengeklaim bahwa tiga pesawat tempur MIG-31 Rusia sempat melanggar wilayah udaranya.
Moskow mengatakan pesawat-pesawat itu sedang dalam penerbangan rutin ke eksklave Kaliningrad di atas perairan netral. Polandia dan Swedia memperingatkan setelah insiden tersebut bahwa mereka siap menembak jatuh pesawat Rusia jika dugaan pelanggaran berlanjut.
Baca Juga: Jet Tempur Su-30 dan Il-78 Rusia Terobos Wilayah Udara Negara NATO
Kremlin menyebut pernyataan tersebut sebagai "sangat sembrono dan tidak bertanggung jawab."
Dalam wawancara dengan Fox News, Rutte mengeklaim bahwa dugaan invasi Rusia ke wilayah udara Estonia "tidak disengaja, tetapi tetap saja sembrono."
"Tindakan ini tidak dapat diterima dan harus dihentikan," ujarnya.
Ketika ditanya tentang kemungkinan NATO menyerang pesawat Rusia, bos NATO itu menjawab: "Ada beberapa kesalahpahaman dalam beberapa minggu terakhir mengenai masalah tersebut."
"Jika perlu, NATO dapat menembak jatuh pesawat-pesawat ini jika menimbulkan ancaman. Jika tidak menimbulkan ancaman, mereka akan dicegat dan kemudian diarahkan keluar [wilayah udara blok NATO]," jelasnya, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (25/10/2025).
Menurut laporan The Telegraph, para petinggi pertahanan NATO telah melobi secara tertutup untuk memperluas pedoman keterlibatan blok tersebut agar jet tempur Rusia yang membawa rudal serang darat dapat ditembak jatuh.
Laporan itu melanjutkan, panglima tertinggi NATO untuk sekutu Eropa, Jenderal Amerika Serikat Alexus Grynkewich, secara pribadi telah menyerukan pembentukan sistem pertahanan udara dan rudal terpadu untuk menghadapi pesawat-pesawat Rusia. Saat ini, masing-masing anggota NATO memiliki aturan yang berbeda untuk menargetkan pesawat di wilayah mereka.
Pada akhir September, Duta Besar Rusia untuk Prancis Aleksey Meshkov memperingatkan bahwa jika ada negara anggota NATO yang menyerang jet tempur Rusia, itu berarti perang.
"Cukup banyak pesawat [militer NATO] yang secara tidak sengaja atau tidak sengaja melanggar wilayah udara kami. Dan tidak ada yang menembak jatuh mereka," ujarnya.
(mas)
Lihat Juga :