3 Tempat di Gaza yang Dibom Israel selama Gencatan Senjata Oktober 2025

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:30 WIB
loading...
A A A
Pesawat-pesawat Israel kemudian mulai menargetkan apa yang disebutnya terowongan dan infrastruktur militer di daerah tersebut dan juga melancarkan serangan di kota Beit Lahia di utara.

Dalam sebuah pernyataan, kantor Netanyahu mengatakan ia telah memerintahkan militer untuk mengambil "tindakan tegas" terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata, tetapi tidak mengancam akan segera kembali berperang – seperti yang dituntut oleh sekutu sayap kanannya dalam koalisi yang berkuasa.

Pada Minggu malam, seorang pejabat keamanan Israel mengatakan kepada Channel 12, sebuah jaringan TV Israel, bahwa Israel "tidak ingin membatalkan gencatan senjata" dan menyiratkan bahwa Israel mengetahui beberapa militan Hamas beroperasi tanpa perintah dari komandan.

Kemudian, seorang juru bicara militer mengatakan bahwa pasukan Israel, "setelah serangkaian serangan signifikan sebagai tanggapan atas pelanggaran Hamas", telah "memulai penegakan gencatan senjata yang baru".

Baca Juga: 3 Fakta Perampokan Perhiasan di Museum Louvre

2. Kota al-Zawaida di Gaza Tengah

Di antara target yang diserang Israel pada hari Minggu adalah sebuah kedai kopi darurat di sisi pantai kota al-Zawaida di Gaza tengah, tempat enam warga Palestina tewas, sementara dua orang tewas di dekat klub sepak bola Al-Ahli di kamp pengungsi Nuseirat akibat serangan kedua, kata pejabat Palestina di Gaza. Rumah sakit Awda, yang menerima para korban, mengatakan serangan di Nuseirat juga melukai delapan orang.

3. Muwasi di Khan Younis

Serangan ketiga menghantam sebuah tenda di daerah Muwasi, Khan Younis, di selatan, menewaskan setidaknya satu orang, menurut rumah sakit Nasser.

Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan itu menewaskan sedikitnya 33 orang pada hari Minggu. Tidak ada konfirmasi independen atas klaim tersebut.

Izzat al-Risheq, seorang pejabat senior Hamas, mengatakan kelompok pejuang tersebut tetap berkomitmen pada gencatan senjata meskipun ada laporan bentrokan di Rafah dengan pasukan Israel. "Pendudukanlah yang terus melanggar gencatan senjata dan memberikan alasan atas kejahatannya," katanya.

Hamas mengatakan komunikasinya dengan unit-unitnya yang tersisa di Rafah telah terputus selama berbulan-bulan dan "kami tidak bertanggung jawab atas insiden apa pun yang terjadi di wilayah tersebut". Sebuah delegasi dari organisasi tersebut tiba di Kairo pada hari Minggu akan memulai pembicaraan mengenai fase kedua negosiasi gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata juga menetapkan bahwa semua sandera Israel, baik yang hidup maupun yang mati, akan dikembalikan dan hampir 2.000 tahanan dan narapidana Palestina akan dibebaskan. Senin lalu, Hamas mengembalikan 20 sandera terakhir yang masih hidup, tetapi hingga Sabtu malam baru mengembalikan jenazah 12 dari 28 sandera yang tewas, dengan mengatakan bahwa mereka membutuhkan peralatan pemulihan khusus untuk mengambil sisanya dari reruntuhan Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved