Profil Cyril Ramaphosa, Presiden Afrika Selatan yang Temui Prabowo di Jakarta

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:08 WIB
loading...
A A A
Selain itu, kerjasama koalisi pemerintah pasca-2024 menunjukkan bagaimana partai ANC yang dipimpinnya kehilangan mayoritas, memaksa Ramaphosa untuk berkompromi dengan partai oposisi seperti Democratic Alliance (DA).

Kritik juga datang dari kalangan yang menilai kebijakan transformasi ekonomi berjalan lambat, dan lapangan kerja tidak cukup terbuka bagi generasi muda.

Semua ini menggambarkan meskipun Ramaphosa memiliki visi besar, implementasi di lapangan menghadapi hambatan struktural yang kuat — dari warisan apartheid, korupsi institusional, hingga tantangan global.

8. Jejak Diplomasi dan Hubungan Bilateral (termasuk Indonesia)


Sebagai Presiden Afrika Selatan, Ramaphosa aktif memperluas jangkauan diplomasi negara tersebut ke kawasan Asia-Pasifik.

Lawatannya ke Jakarta dan pertemuannya dengan Prabowo Subianto menandakan pentingnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan dalam perdagangan, investasi, serta kerjasama dalam forum multilateral.

Hubungan ini juga sejalan dengan agenda Afrika Selatan untuk memperkuat koneksi dengan negara berkembang di luar Barat tradisional.

Selain itu, Ramaphosa juga sering muncul dalam forum global seperti G20, PBB dan BRICS, menjadikan Afrika Selatan sebagai “tonggak” representasi Afrika dalam diplomasi internasional.

Fokus kerjasama dengan Indonesia bisa mencakup komoditas alam, teknologi, dan pembangunan infrastruktur — area yang juga menjadi prioritas kebijakan Ramaphosa di dalam negeri. Dengan demikian, profilnya sebagai pemimpin yang berpandangan global semakin jelas.

9. Signifikansi Kepemimpinan dan Prospek Masa Depan


Kepemimpinan Ramaphosa sangat signifikan di berbagai tingkatan: ia merupakan generasi pemimpin pasca-apartheid yang mencoba menerjemahkan semangat rekonsiliasi ke dalam pembangunan ekonomi; ia juga menyimbolkan bahwa Afrika Selatan mencoba bergerak dari negara konflik struktural menuju negara pembangunan yang lebih matang.

Prospeknya ke depan sangat bergantung pada kemampuannya mengimplementasikan reformasi — mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperbaiki layanan publik, menyelesaikan krisis listrik dan infrastruktur, serta mempertahankan legitimasi politik di tengah koalisi yang rapuh.

Jika ia berhasil menavigasi tantangan tersebut, maka Ramaphosa bisa menjadi salah satu presiden paling berpengaruh dalam sejarah Afrika Selatan modern.

Namun jika gagal, maka kritik akan makin kuat dan tempatnya sebagai pemimpin transisi bisa berubah menjadi simbol ketidakmampuan terhadap realitas reformasi.

Cyril Ramaphosa adalah figur yang kompleks: seorang aktivis pekerja, negosiator perubahan besar, pengusaha dan kini presiden dengan visi yang ambisius.

Ia berdiri di persimpangan antara sejarah apartheid dan masa depan Afrika Selatan yang lebih inklusif dan modern.

Kunjungannya ke Indonesia dan dialog dengan pemimpin seperti Prabowo Subianto menunjukkan perannya kini tidak hanya domestik, tetapi juga global. Namun, tantangan yang ia hadapi — dari tuntutan sosial, ekonomi, hingga politik — sangat besar.

Sejarah akan menilai apakah Ramaphosa benar-benar membawa transformasi nyata atau tetap terjebak dalam warisan dan hambatan yang diwarisi.

Untuk Indonesia dan dunia, kepemimpinannya memberikan pelajaran bahwa perubahan besar membutuhkan kombinasi visi, keahlian manajerial, legitimasi politik, dan keberanian untuk menghadapi arus perubahan — sesuatu yang Ramaphosa tampaknya miliki, namun harus terus dibuktikan.

Baca juga: Wapres AS Vance Akui Tidak Tahu Siapa yang akan Kelola Gaza di Masa Depan
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved