Kata Trump, Ukraina Tak Akan Pernah Menang Perang Melawan Rusia
Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:52 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump sebut Ukraina tak akan pernah menang perang melawan Rusia. Foto/Gedung Putih
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan jawaban yang ambigu ketika ditanya apakah Ukraina bisa memenangkan perang melawan invasi Rusia. Menurutnya, perang kedua negara sulit diselesaikan.
"Ini Rusia dan Ukraina, dan saya pikir kita akan sampai di sana, tetapi ternyata hasilnya buruk karena ada dua pemimpin yang benar-benar saling membenci," katanya kepada wartawan pada hari Senin di awal pertemuan di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, seperti dikutip Sky News, Selasa (21/10/2025).
"Mereka saling membenci lebih dari apa pun, dan itu membuatnya sedikit sulit," katanya lagi.
Baca Juga: Eks Panglima Militer Inggris: Ukraina Tak Akan Menang Perang Melawan Rusia
Ketika ditanya apakah menurutnya Ukraina dapat memenangkan perang. Trump menjawab: "Saya rasa mereka tidak akan menang, tetapi mereka masih bisa memenangkannya, saya tidak pernah mengatakan mereka akan memenangkannya."
"Saya katakan mereka bisa menang, apa pun bisa terjadi. Perang adalah hal yang sangat aneh, banyak hal buruk terjadi," imbuh dia.
Presiden AS tersebut mengubah nada bicaranya beberapa minggu lalu, mengisyaratkan pada pertemuan PBB di New York bahwa Ukraina dapat merebut kembali seluruh wilayahnya—sebuah sikap yang belum pernah dia ambil sebelumnya.
Presiden Ukraina Voloydmyr Zelensky mengatakan kepada Sky News saat itu bahwa komentar tersebut merupakan "perubahan besar" bagi sang pemimpin AS.
Trump memperketat pembicaraannya tentang Rusia setelah pertemuan puncaknya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska tidak menghasilkan terobosan perdamaian.
Namun, pekan lalu, Trump dan Putin berbicara melalui telepon untuk pertama kalinya sejak pertemuan itu—yang menyebabkan presiden AS mengurangi pembicaraannya tentang pemberian rudal Tomahawk kepada Ukraina.
Dia juga dilaporkan meneriaki Zelensky di balik layar di Gedung Putih pada hari Jumat, sambil menyarankan agar Ukraina menerima tuntutan Putin atas wilayah untuk mengakhiri perang.
Dalam komentar publik beberapa minggu menjelang pertemuannya dengan Zelensky, Trump tampak menyambut baik kemungkinan pengiriman rudal Tomahawk, yang akan memungkinkan pasukan Ukraina untuk menyerang lebih dalam ke wilayah Rusia.
Namun, nada bicara pemimpin AS itu berubah setelah panggilan telepon terakhirnya dengan Putin dan dia menegaskan bahwa dia enggan mengirimkan sistem rudal tersebut kepada Ukraina, setidaknya untuk saat ini.
"Menurut pendapat saya, dia tidak menginginkan eskalasi dengan Rusia sampai dia bertemu dengan mereka," kata Zelensky kepada wartawan pada hari Minggu.
Zelensky juga menyatakan skeptis terhadap usulan Putin untuk menukar sebagian wilayah yang dikuasai Rusia di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia jika Ukraina menyerahkan Donetsk dan Luhansk, dengan mengatakan usulan tersebut tidak jelas. Wilayah Donetsk dan Luhansk membentuk Donbas.
Pemimpin Ukraina itu mengatakan Trump pada akhirnya mendukung pembekuan di sepanjang garis depan saat ini.
"Kami sependapat dengan pandangan positif Presiden Trump jika hal itu mengarah pada berakhirnya perang," kata Zelensky.
"Ini Rusia dan Ukraina, dan saya pikir kita akan sampai di sana, tetapi ternyata hasilnya buruk karena ada dua pemimpin yang benar-benar saling membenci," katanya kepada wartawan pada hari Senin di awal pertemuan di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, seperti dikutip Sky News, Selasa (21/10/2025).
"Mereka saling membenci lebih dari apa pun, dan itu membuatnya sedikit sulit," katanya lagi.
Baca Juga: Eks Panglima Militer Inggris: Ukraina Tak Akan Menang Perang Melawan Rusia
Ketika ditanya apakah menurutnya Ukraina dapat memenangkan perang. Trump menjawab: "Saya rasa mereka tidak akan menang, tetapi mereka masih bisa memenangkannya, saya tidak pernah mengatakan mereka akan memenangkannya."
"Saya katakan mereka bisa menang, apa pun bisa terjadi. Perang adalah hal yang sangat aneh, banyak hal buruk terjadi," imbuh dia.
Presiden AS tersebut mengubah nada bicaranya beberapa minggu lalu, mengisyaratkan pada pertemuan PBB di New York bahwa Ukraina dapat merebut kembali seluruh wilayahnya—sebuah sikap yang belum pernah dia ambil sebelumnya.
Presiden Ukraina Voloydmyr Zelensky mengatakan kepada Sky News saat itu bahwa komentar tersebut merupakan "perubahan besar" bagi sang pemimpin AS.
Trump memperketat pembicaraannya tentang Rusia setelah pertemuan puncaknya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska tidak menghasilkan terobosan perdamaian.
Namun, pekan lalu, Trump dan Putin berbicara melalui telepon untuk pertama kalinya sejak pertemuan itu—yang menyebabkan presiden AS mengurangi pembicaraannya tentang pemberian rudal Tomahawk kepada Ukraina.
Dia juga dilaporkan meneriaki Zelensky di balik layar di Gedung Putih pada hari Jumat, sambil menyarankan agar Ukraina menerima tuntutan Putin atas wilayah untuk mengakhiri perang.
Dalam komentar publik beberapa minggu menjelang pertemuannya dengan Zelensky, Trump tampak menyambut baik kemungkinan pengiriman rudal Tomahawk, yang akan memungkinkan pasukan Ukraina untuk menyerang lebih dalam ke wilayah Rusia.
Namun, nada bicara pemimpin AS itu berubah setelah panggilan telepon terakhirnya dengan Putin dan dia menegaskan bahwa dia enggan mengirimkan sistem rudal tersebut kepada Ukraina, setidaknya untuk saat ini.
"Menurut pendapat saya, dia tidak menginginkan eskalasi dengan Rusia sampai dia bertemu dengan mereka," kata Zelensky kepada wartawan pada hari Minggu.
Zelensky juga menyatakan skeptis terhadap usulan Putin untuk menukar sebagian wilayah yang dikuasai Rusia di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia jika Ukraina menyerahkan Donetsk dan Luhansk, dengan mengatakan usulan tersebut tidak jelas. Wilayah Donetsk dan Luhansk membentuk Donbas.
Pemimpin Ukraina itu mengatakan Trump pada akhirnya mendukung pembekuan di sepanjang garis depan saat ini.
"Kami sependapat dengan pandangan positif Presiden Trump jika hal itu mengarah pada berakhirnya perang," kata Zelensky.
(mas)
Lihat Juga :