Perundingan Damai Afghanistan Bahas Gencatan Senjata dan Hak-Hak Perempuan

Senin, 14 September 2020 - 12:15 WIB
loading...
A A A
Kesepakatan tersebut perlu satu tahun untuk difinalisasi, dan perundingan pemerintah-Taliban diperkirakan akan menjadi lebih kompleks. Banyak yang khawatir bahwa kemajuan yang dicapai dalam hal hak-hak perempuan bisa dikorbankan dalam prosesnya. (Baca juga: Tiga Raksasa Asia Mundur, Bagaimana Nasib Piala Thomas dan Uber?)

Perundingan ini juga menjadi tantangan bagi Taliban yang harus mengajukan visi politik nyata bagi Afghanistan. Sejauh ini mereka selalu samar-samar menyatakan mereka mendambakan pemerintahan yang “Islami”, tapi juga “inklusif”. Perundingan ini mungkin akan menunjukkan bukti tentang bagaimana kelompok gerilyawan tersebut telah berubah sejak 1990-an, ketika mereka menggunakan interpretasi keras dari hukum syariah.

Apa saja yang dibahas dalam perundingan damai itu? AS dan sekutu mereka di NATO setuju menarik semua pasukan dalam waktu 14 bulan, sedangkan Taliban berkomitmen tidak membiarkan al-Qaeda atau kelompok ekstremis lainnya beroperasi di wilayah yang mereka kuasai. AS juga setuju mencabut sanksi terhadap Taliban dan bekerja sama dengan PBB untuk mencabut sanksi-sanksi lainnya terhadap kelompok itu serta mengurangi jumlah pasukannya di negara itu dari sekitar 12.000 menjadi 8.600 dan menutup beberapa pangkalan. (Lihat videonya: Peran Ki Gede Sala dalam Berdirinya Kota Solo)

Perang Afghanistan telah berlangsung selama 19 tahun dengan nama sandi Operation Enduring Freedom dan kemudian Operation Freedom's Sentinel. Pada awal operasi tersebut tahun 2001, AS dibantu koalisi internasional dan dengan cepat meruntuhkan kekuasaan Taliban. Namun, kelompok militan itu berubah menjadi pasukan pemberontak yang melancarkan serangan mematikan terhadap pasukan koalisi. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Iran Siap Selesaikan...
Iran Siap Selesaikan Upaya Menuju Pengakhiran Konflik di Timur Tengah
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Berita Terkini
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved