Viral! Kabin Air China Terbakar saat Mengudara, Para Penumpang Menjerit
Minggu, 19 Oktober 2025 - 12:13 WIB
loading...
Kabin penerbangan Air China terbakar saat mengudara, membuat para penumpang menjerit panik. Foto/X/Al Arabiya
A
A
A
SHANGHAI - Sebuah penerbangan penumpang komersial yang dioperasikan oleh Air China dialihkan dengan selamat ke Shanghai pada hari Sabtu (18/10/2025). Musababnya, sebuah baterai yang disimpan di bagasi kabin seorang penumpang terbakar dan membuat para penumpang lainnya menjerit panik.
Insiden itu terjadi di dalam penerbangan harian maskapai nasional tersebut dari kota Hangzhou di China timur ke Bandara Internasional Incheon, dekat Seoul, Korea Selatan.
"Sebuah baterai litium terbakar secara spontan di dalam bagasi kabin seorang penumpang yang disimpan di kompartemen bagasi kabin pada penerbangan CA139," kata pihak maskapai dalam sebuah pernyataan di platform media sosial China, Weibo.
Baca Juga: 2 Pesawat Delta Penuh Penumpang Tabrakan di Bandara LaGuardia New York
"Awak pesawat segera menangani situasi tersebut sesuai prosedur, dan tidak ada seorang pun yang terluka," imbuh pernyataan tersebut, seperti dikutip Channel News Asia, Minggu (19/10/2025).
"Pesawat dialihkan untuk pendaratan darurat di Bandara Internasional Shanghai Pudong untuk memastikan keselamatan penerbangan," lanjut pihak maskapai.
Video insiden, yang sekarang viral di media sosial, menunjukkan api terang terlihat keluar dari kompartemen penyimpanan di atas kepala. Terlihat pula asap hitam di kabin, dengan setidaknya satu penumpang terlihat berusaha memadamkan api.
Para penumpang terdengar menjerit ketika para awak pesawat bertindak cepat mengatasi kebakaran tersebut.
Data dari situs web pelacakan Flightradar24 menunjukkan bahwa penerbangan itu lepas landas dari Hangzhou pukul 09.47 waktu setempat.
Pesawat itu berputar balik di atas laut, kira-kira berjarak sama dari pantai timur China dan Jepang pulau selatan Kyushu, mendarat di Shanghai tak lama setelah pukul 11.00 pagi waktu setempat.
Insiden kebakaran ini terjadi beberapa bulan setelah China memberlakukan larangan darurat untuk beberapa baterai portabel di pesawat. Langkah ini diambil pada bulan Juni setelah badan pengawas memperingatkan tentang meningkatnya ancaman baterai ini terhadap penerbangan.
Baterai litium, yang banyak ditemukan di ponsel, laptop, pengisi daya, dan rokok elektrik, telah ditarik jutaan unitnya dalam beberapa tahun terakhir karena bahaya kebakaran.
Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat menyatakan bahwa jika baterai ini rusak atau mengalami korsleting, ia dapat terbakar secara spontan, menurut laporan The New York Times.
Hingga 30 Juni tahun ini, FAA telah mendokumentasikan 38 kasus di mana baterai litium menyebabkan asap, kebakaran, atau panas berlebih di pesawat penumpang atau kargo.
Tahun lalu, 89 kasus serupa dilaporkan. Tahun ini, pemerintah Amerika Serikat dan maskapai penerbangan telah memperketat peraturan terkait baterai ini, membatasi tempat penempatannya di pesawat.
Insiden itu terjadi di dalam penerbangan harian maskapai nasional tersebut dari kota Hangzhou di China timur ke Bandara Internasional Incheon, dekat Seoul, Korea Selatan.
"Sebuah baterai litium terbakar secara spontan di dalam bagasi kabin seorang penumpang yang disimpan di kompartemen bagasi kabin pada penerbangan CA139," kata pihak maskapai dalam sebuah pernyataan di platform media sosial China, Weibo.
Baca Juga: 2 Pesawat Delta Penuh Penumpang Tabrakan di Bandara LaGuardia New York
"Awak pesawat segera menangani situasi tersebut sesuai prosedur, dan tidak ada seorang pun yang terluka," imbuh pernyataan tersebut, seperti dikutip Channel News Asia, Minggu (19/10/2025).
"Pesawat dialihkan untuk pendaratan darurat di Bandara Internasional Shanghai Pudong untuk memastikan keselamatan penerbangan," lanjut pihak maskapai.
Video insiden, yang sekarang viral di media sosial, menunjukkan api terang terlihat keluar dari kompartemen penyimpanan di atas kepala. Terlihat pula asap hitam di kabin, dengan setidaknya satu penumpang terlihat berusaha memadamkan api.
Para penumpang terdengar menjerit ketika para awak pesawat bertindak cepat mengatasi kebakaran tersebut.
Data dari situs web pelacakan Flightradar24 menunjukkan bahwa penerbangan itu lepas landas dari Hangzhou pukul 09.47 waktu setempat.
Pesawat itu berputar balik di atas laut, kira-kira berjarak sama dari pantai timur China dan Jepang pulau selatan Kyushu, mendarat di Shanghai tak lama setelah pukul 11.00 pagi waktu setempat.
Insiden kebakaran ini terjadi beberapa bulan setelah China memberlakukan larangan darurat untuk beberapa baterai portabel di pesawat. Langkah ini diambil pada bulan Juni setelah badan pengawas memperingatkan tentang meningkatnya ancaman baterai ini terhadap penerbangan.
Baterai litium, yang banyak ditemukan di ponsel, laptop, pengisi daya, dan rokok elektrik, telah ditarik jutaan unitnya dalam beberapa tahun terakhir karena bahaya kebakaran.
Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat menyatakan bahwa jika baterai ini rusak atau mengalami korsleting, ia dapat terbakar secara spontan, menurut laporan The New York Times.
Hingga 30 Juni tahun ini, FAA telah mendokumentasikan 38 kasus di mana baterai litium menyebabkan asap, kebakaran, atau panas berlebih di pesawat penumpang atau kargo.
Tahun lalu, 89 kasus serupa dilaporkan. Tahun ini, pemerintah Amerika Serikat dan maskapai penerbangan telah memperketat peraturan terkait baterai ini, membatasi tempat penempatannya di pesawat.
(mas)
Lihat Juga :