Ingin Tekan Konsensi Minyak, AS Serang Kapal Selam Venezuela

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 06:33 WIB
loading...
A A A
Pemerintahan Trump menggambarkan serangan militer tersebut sebagai upaya untuk membendung perdagangan narkoba dari Venezuela.

Pemerintah belum memberikan bukti mengenai identitas mereka yang tewas, tetapi Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan ia yakin beberapa warga negaranya termasuk di antara korban tewas.

Sebuah keluarga di Trinidad dan Tobago, yang terletak 11 kilometer (enam mil) dari pantai Venezuela, juga mengatakan mereka yakin seorang kerabat tewas dalam serangkaian serangan baru-baru ini.

Venezuela telah mengajukan banding ke Dewan Keamanan PBB agar serangan tersebut dinyatakan ilegal.

Para analis hukum mengatakan bahwa serangan tersebut hampir pasti merupakan pelanggaran hukum AS dan internasional, karena pengedar narkoba tidak dianggap sebagai kombatan dalam konflik militer.

Dalam pertemuan hari Jumat, Trump juga tampaknya mengonfirmasi laporan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah menawarkan konsesi dalam upaya untuk meredakan ketegangan dengan AS.

"Dia telah menawarkan segalanya. Anda benar," kata Trump menanggapi pertanyaan seorang wartawan. "Kau tahu kenapa? Karena dia tidak ingin main-main dengan Amerika Serikat."

Trump memiliki sejarah permusuhan yang panjang dengan Maduro, yang bermula dari kampanye "tekanan maksimum" yang dilancarkannya pada masa jabatan pertamanya.

Tak lama setelah kembali menjabat untuk masa jabatan kedua pada bulan Januari, Trump terlibat dalam beberapa negosiasi terbatas dengan pemerintah Maduro, mengirimkan utusan khusus Richard Grenell ke Caracas untuk mengatur deportasi migran ke Venezuela dan pemulangan warga negara AS yang dipenjara.

Namun awal bulan ini, pemerintahan Trump meminta agar upaya Grenell dihentikan, yang secara efektif memutus hubungan diplomatik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved