Anggota Kongres AS Kembalikan Sumbangan Grup Lobi Israel AIPAC

Jum'at, 17 Oktober 2025 - 11:05 WIB
loading...
Anggota Kongres AS Kembalikan...
Anggota Kongres Seth Moulton. Foto/sciencepolicy.georgetown.edu
A A A
WASHINGTON - Seorang anggota parlemen terkemuka di Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengembalikan sumbangan dari Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC). Langkah ini menyoroti memudarnya daya tarik kelompok lobi pro-Israel yang berpengaruh tersebut di kalangan Partai Demokrat.

Anggota Kongres Seth Moulton menjauhkan diri dari AIPAC pada hari Kamis (16/10/2025), dengan alasan dukungan kelompok tersebut terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Moulton dijadwalkan menantang Senator progresif Ed Markey dalam pemilihan pendahuluan Demokrat tahun depan, menjelang pemilihan paruh waktu.

Langkah Moulton, seorang sentris dan pendukung kuat Israel, menunjukkan dukungan dari AIPAC semakin menjadi beban politik bagi Demokrat setelah kekejaman yang dilancarkan Israel di Gaza.

“Dalam beberapa tahun terakhir, AIPAC telah terlalu dekat dengan pemerintahan Perdana Menteri (Benjamin) Netanyahu,” ungkap Moulton.

"Saya sahabat Israel, tetapi bukan sahabat pemerintahannya saat ini, dan misi AIPAC saat ini adalah mendukung pemerintahan tersebut. Saya tidak mendukung arah tersebut. Itulah sebabnya saya memutuskan untuk mengembalikan sumbangan yang telah saya terima, dan saya tidak akan menerima dukungan mereka," tegas dia.

Selama beberapa dekade, Israel telah memanfaatkan koneksi politik dan jaringan donatur kaya untuk mendorong dukungan tanpa syarat bagi kebijakannya.

Pada tahun 2022, AIPAC membentuk komite aksi politik (PAC) untuk memengaruhi pemilu AS, sebagian besar menggunakan kekuatan finansialnya untuk membantu mengalahkan kandidat progresif yang kritis terhadap Israel dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.

Tahun lalu, kelompok tersebut membantu menggulingkan dua kritikus vokal Israel di Kongres – Jamaal Bowman dan Cori Bush – dengan mendukung penantang utama mereka dengan puluhan juta dolar.

Peningkatan Pengawasan


Namun, perang Israel di Gaza telah memicu luapan kritik, dengan kelompok-kelompok hak asasi manusia terkemuka dan penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutnya sebagai genosida.

Mengingat protes tersebut, peran AIPAC dalam politik AS semakin disorot, terutama di kalangan Demokrat di mana dukungan untuk Israel telah merosot ke titik terendah dalam sejarah.

Lebih lanjut, AIPAC telah mendukung kandidat sayap kanan seperti Anggota Kongres Randy Fine – yang merayakan pembunuhan seorang warga negara AS oleh Israel dan secara terbuka menyerukan agar warga Palestina di Gaza kelaparan – yang semakin mengasingkan beberapa anggota Demokrat.

Para kritikus AIPAC sering menyamakannya dengan National Rifle Association (NRA), lobi hak senjata bipartisan yang dulunya populer tapi kini ditolak hampir secara universal oleh Partai Demokrat.

Usamah Andrabi, juru bicara kelompok progresif Justice Democrats, mengatakan, “AIPAC dan afiliasinya bertransformasi dari lobi yang dapat diandalkan oleh Partai Demokrat untuk membeli kursi di Washington menjadi ciuman kematian bagi kandidat yang mendapatkan dukungan mereka."

"Upaya gerakan kami untuk menuntut Partai Demokrat menolak AIPAC sebagai paria beracun tidak hanya berhasil tetapi juga memastikan bahwa pengaruh lobi Israel yang pro-genosida di Washington semakin memudar," ujar Andrabi kepada Al Jazeera.

Bahkan di sisi kanan spektrum ideologis, beberapa tokoh dalam gerakan "America First" Presiden Donald Trump telah mengkritik pengaruh AIPAC yang terlalu besar.

Pada bulan Agustus, kelompok lobi tersebut menuduh anggota Kongres sayap kanan Marjorie Taylor Greene mengkhianati "nilai-nilai Amerika" atas kritiknya terhadap Israel.

Greene membalas, dengan mengatakan AIPAC melayani kepentingan pemerintah asing. "Saya orang AMERIKA sejati! Saya tidak bisa dibeli dan saya tidak akan mundur," tulisnya dalam unggahan media sosial.

AIPAC diperkirakan akan menyasar beberapa persaingan penting dalam pemilihan paruh waktu tahun depan, termasuk pemilihan pendahuluan Senat dari Partai Demokrat di Michigan, di mana kandidat progresif Abdul El-Sayed berhadapan dengan pendukung setia Israel, Haley Stevens.

Pada tahun 2022, kelompok lobi tersebut membantu Stevens mengalahkan anggota Kongres saat itu, Andy Levin, yang berasal dari keluarga Yahudi terkemuka di Michigan, dalam pemilihan pendahuluan DPR.

Meskipun merupakan salah satu kelompok lobi paling terkenal di AS, AIPAC merupakan salah satu dari puluhan organisasi advokasi pro-Israel di seluruh negeri, termasuk beberapa yang juga menggalang dana untuk para kandidat, seperti NORPAC.

Sepanjang serangan di Gaza, AIPAC menggemakan kebohongan bahwa tidak ada kelaparan yang dipaksakan Israel di wilayah tersebut dan membela tindakan genosida militer Israel sambil menyerukan lebih banyak bantuan AS ke negara tersebut.

AIPAC berargumen mereka adalah organisasi yang sepenuhnya Amerika dengan 100% pendanaannya berasal dari dalam AS. Mereka menyangkal menerima arahan dari Israel.

Namun, kelompok lobi ini hampir selalu sepenuhnya berpihak pada pemerintah Israel.

Anggota AIPAC juga sering bertemu dengan para pemimpin Israel. Kelompok ini juga menyelenggarakan perjalanan gratis bagi para anggota parlemen AS untuk mengunjungi Israel dan bertemu dengan para pejabat Israel.

Baca juga: Tentara Israel Ungkap Hamas Memberinya Taurat dan Alat Ibadah selama Penahanannya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Tragis! Putra Mantan...
Tragis! Putra Mantan Miss World Venezuela Ditemukan Meninggal usai 9 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa
Rekomendasi
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved