4 Poin Isi Perjanjian KTT Perdamaian Gaza 2025

Kamis, 16 Oktober 2025 - 17:25 WIB
loading...
4 Poin Isi Perjanjian...
Perjanjian KTT Perdamaian Gaza 2025 menjadi harapan bagi Palestina. Foto?X/@Menlu_RI
A A A
GAZA - Gedung Putih pada hari Senin menerbitkan teks lengkap deklarasi hasil KTT perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang ditandatangani oleh empat pemimpin dunia. Deklarasi tersebut, yang disebut Gedung Putih sebagai "Deklarasi Trump untuk Perdamaian dan Kemakmuran Abadi" dan berfokus pada pencapaian perdamaian di Timur Tengah dan Gaza, ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

4 Poin Isi Perjanjian KTT Perdamaian Gaza 2025

1. Mengakhiri Perang Gaza

Kami, pihak yang bertanda tangan di bawah ini, menyambut baik komitmen dan implementasi yang sungguh bersejarah oleh semua pihak dalam Perjanjian Perdamaian Trump, yang mengakhiri lebih dari dua tahun penderitaan dan kehilangan yang mendalam — membuka babak baru bagi kawasan yang ditandai oleh harapan, keamanan, dan visi bersama untuk perdamaian dan kesejahteraan.

Kami mendukung dan mendukung upaya tulus Presiden Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan membawa perdamaian abadi ke Timur Tengah. Bersama-sama, kita akan melaksanakan perjanjian ini dengan cara yang menjamin perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kesempatan bagi semua orang di kawasan ini, termasuk Palestina dan Israel.

Baca Juga: 10 Fakta Avishkar Raut, Dari Simbol Antikorupsi Nepal Hingga Dianggap Penipu Dunia Kripto

2. Mewujudkan perdamaian Abadi di Palestina

Kami memahami bahwa perdamaian abadi adalah perdamaian di mana baik Palestina maupun Israel dapat sejahtera dengan hak asasi manusia fundamental mereka dilindungi, keamanan mereka terjamin, dan martabat mereka dijunjung tinggi.

Kami menegaskan bahwa kemajuan yang berarti muncul melalui kerja sama dan dialog yang berkelanjutan, dan bahwa penguatan ikatan antarbangsa dan masyarakat melayani kepentingan abadi perdamaian dan stabilitas regional dan global.

Kami menyadari makna historis dan spiritual yang mendalam dari kawasan ini bagi komunitas-komunitas agama yang akarnya terjalin erat dengan tanah air di kawasan ini — Kristen, Islam, dan Yahudi di antaranya. Penghormatan terhadap hubungan sakral ini dan perlindungan situs-situs warisan mereka akan tetap menjadi hal terpenting dalam komitmen kami untuk hidup berdampingan secara damai.

3. Membongkar Radikalisasi

Kami bersatu dalam tekad untuk membongkar ekstremisme dan radikalisasi dalam segala bentuknya. Tidak ada masyarakat yang dapat berkembang ketika kekerasan dan rasisme dinormalisasi, atau ketika ideologi radikal mengancam tatanan kehidupan sipil. Kami berkomitmen untuk mengatasi kondisi yang memungkinkan ekstremisme dan untuk mempromosikan pendidikan, kesempatan, dan rasa saling menghormati sebagai fondasi perdamaian abadi.

Dengan ini kami berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan di masa depan melalui keterlibatan diplomatik dan negosiasi, alih-alih melalui kekerasan atau konflik yang berlarut-larut. Kami mengakui bahwa Timur Tengah tidak dapat bertahan dalam siklus peperangan yang berkepanjangan, negosiasi yang mandek, atau penerapan persyaratan yang berhasil dinegosiasikan secara terpisah-pisah, tidak lengkap, atau selektif. Tragedi yang disaksikan selama dua tahun terakhir harus menjadi pengingat mendesak bahwa generasi mendatang pantas mendapatkan yang lebih baik daripada kegagalan di masa lalu.

4. Berkomitmen pada Masa Depan

Kami menjunjung tinggi toleransi, martabat, dan kesempatan yang setara bagi setiap orang, memastikan kawasan ini menjadi tempat di mana semua orang dapat mengejar aspirasi mereka dalam perdamaian, keamanan, dan kemakmuran ekonomi, tanpa memandang ras, keyakinan, atau etnis.

Kami mengejar visi komprehensif tentang perdamaian, keamanan, dan kemakmuran bersama di kawasan ini, yang didasarkan pada prinsip-prinsip saling menghormati dan berbagi tujuan.

Dalam semangat ini, kami menyambut kemajuan yang dicapai dalam membangun pengaturan perdamaian yang komprehensif dan berkelanjutan di Jalur Gaza, serta hubungan yang bersahabat dan saling menguntungkan antara Israel dan negara-negara tetangganya di kawasan ini. Kami berjanji untuk bekerja sama dalam menerapkan dan melestarikan warisan ini, membangun fondasi kelembagaan yang di atasnya generasi mendatang dapat tumbuh bersama dalam damai.

Kami berkomitmen untuk masa depan yang damai dan lestari.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved