170.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Menunggu Masuk Gaza

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 08:19 WIB
loading...
170.000 Ton Bantuan...
Truk bantuan yang membawa pasokan kemanusiaan masih tertahan di Perlintasan Perbatasan Rafah di sisi Mesir akibat serangan Israel dan penutupan perlintasan perbatasan. Foto/Mohamed Elshahed/Anadolu Agency
A A A
GAZA - Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) mengatakan sekitar 170.000 ton bantuan kemanusiaan sedang menunggu untuk memasuki Jalur Gaza. Bantuan itu menunggu persetujuan dari otoritas pendudukan Israel yang mengendalikan semua penyeberangan perbatasan.

Berbicara setelah pengumuman tahap pertama rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, seorang juru bicara OCHA mengatakan bantuan tersebut—yang terdiri dari obat-obatan, tenda, dan pasokan penting lainnya—dapat menjangkau hampir dua juta warga Palestina yang menghadapi kekurangan makanan dan kebutuhan pokok yang parah setelah akses diberikan.

OCHA melaporkan awal pekan ini bahwa Israel telah memblokir masuknya 45% konvoi bantuan terdaftar sejak genosida dimulai pada Oktober 2023, yang sangat membatasi upaya bantuan.

Juru bicara tersebut menekankan pengiriman yang efektif membutuhkan penyeberangan terbuka, jaminan keamanan bagi pekerja bantuan dan warga sipil, visa bagi staf internasional, dan masuknya pasokan tanpa batas.

Ia juga menggarisbawahi perlunya menghidupkan kembali sektor swasta di Gaza untuk memulihkan kondisi kehidupan minimum.

Pada Kamis dini hari, Trump mengumumkan Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama dari rencana perdamaian yang diusulkannya, yang mencakup pertukaran tahanan dan penarikan pasukan Israel ke apa yang disebut "Garis Kuning" sebagai langkah awal.

Kementerian Dalam Negeri Palestina mengatakan pada hari Jumat bahwa lembaga-lembaganya akan mulai dikerahkan di wilayah-wilayah Gaza yang dikosongkan oleh pasukan Israel yang ditarik, Anadolu melaporkan.

"Lembaga-lembaga kementerian akan mulai dikerahkan di wilayah-wilayah yang ditinggalkan tentara pendudukan di semua kegubernuran di Jalur Gaza, dan akan bekerja keras untuk memulihkan ketertiban dan mengatasi kekacauan yang telah diupayakan oleh pendudukan selama dua tahun terakhir," ungkap kementerian tersebut dalam pernyataan di Telegram.

Menyerukan warganya untuk mematuhi arahan dan instruksi selama beberapa hari mendatang, kementerian mendesak warga "menjaga properti publik dan pribadi, menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat membahayakan nyawa mereka, dan bekerja sama dengan polisi, petugas keamanan, dan petugas layanan."

Pemerintah Israel menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza dan bertukar tahanan dengan faksi-faksi Palestina dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat pagi oleh Kantor Perdana Menteri Israel.

Gencatan senjata berlaku efektif segera setelah persetujuan Israel, menurut media Israel.

Tentara Israel memulai penarikan pasukan secara bertahap dari Jalur Gaza pada hari Jumat dan akan menyelesaikan penarikannya ke lokasi-lokasi yang ditentukan dalam rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza dalam waktu 24 jam, media Israel melaporkan.

Baca juga: Trump Ungkap Pertukaran Tawanan akan Dilakukan pada Hari Senin
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved