Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado Raih Hadiah Nobel Perdamaian

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 17:14 WIB
loading...
Pemimpin Oposisi Venezuela...
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado. Foto/anadolu
A A A
OSLO - María Corina Machado, pemimpin oposisi kunci di Venezuela, telah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian untuk tahun 2025. Dia dianggap tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela.

“Beliau menerima Hadiah Nobel Perdamaian atas kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela, dan atas perjuangannya untuk mencapai transisi yang adil dan damai dari kediktatoran menuju demokrasi,” ungkap pernyataan Komite Nobel Norwegia yang menganugerahkan hadiah tersebut pada hari Jumat (10/10/2025) di Institut Nobel Norwegia di Oslo.

Machado mencalonkan diri sebagai kandidat oposisi demokratis dalam pemilihan presiden Venezuela tahun 2024, tetapi didiskualifikasi oleh pemerintah dan kemudian mendukung kandidat alternatif oposisi, Edmundo Gonzalez Urrutia.

Petahana Nicolas Maduro memenangkan pemilihan ulang tahun itu dengan 51% suara – kemenangan ketiganya sejak ia pertama kali menjabat sebagai presiden pada tahun 2013 setelah kematian mentornya, mantan Presiden Hugo Chavez.

Namun, pihak oposisi mengatakan hasil pemilu telah dicurangi, mengklaim Maduro hanya memenangkan 30% suara dan Gonzalez adalah pemenang yang sebenarnya.

Protes meletus, menuntut pengumuman hasil pemilu oleh masing-masing tempat pemungutan suara, dan pemerintah Maduro menanggapinya dengan tindakan keras brutal terhadap para pengunjuk rasa dan pemimpin oposisi.

Jorgen Watne Frydnes, ketua komite Nobel Norwegia, memuji keputusan Machado untuk tetap tinggal di negaranya, setelah "dipaksa hidup bersembunyi" setelah "ancaman serius terhadap nyawanya". Pilihannya, katanya, telah "menginspirasi jutaan orang".

"Ketika kaum otoriter merebut kekuasaan, sangat penting untuk mengakui para pembela kebebasan yang berani yang bangkit dan melawan," tegas dia.

Penghargaan 2024 diberikan kepada Nihon Hidankyo, Konfederasi Organisasi Korban Bom Atom dan Bom Hidrogen Jepang, "atas upayanya untuk mencapai dunia yang bebas dari senjata nuklir".

Penghargaan ini menghormati kampanye organisasi tersebut selama puluhan tahun untuk menghapuskan senjata nuklir dan melestarikan kesaksian para penyintas serangan bom atom AS di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang pada tahun 1945.

Baca juga: Israel Gempur Gaza Setelah Ratifikasi Perjanjian Gencatan Senjata
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
3 Karyawan Percetakan...
3 Karyawan Percetakan Disekap, 2 Pelaku Ditangkap
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved