Israel Gempur Gaza Setelah Ratifikasi Perjanjian Gencatan Senjata

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 16:19 WIB
loading...
Israel Gempur Gaza Setelah...
Asap membumbung dari lokasi serangan Israel di Jalur Gaza. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Pasukan Israel menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada hari Jumat (10/10/2025), meskipun gencatan senjata mulai berlaku setelah disetujuinya kesepakatan oleh Israel dan Hamas untuk "mengakhiri perang."

Gencatan senjata resmi telah menerima persetujuan akhir dari pemerintah Israel.

Namun, serangan udara, tembakan artileri, dan tembakan senjata api dilaporkan terjadi di Kota Gaza dan Khan Younis pada Jumat pagi. Tidak ada laporan langsung mengenai korban luka.

Hingga Jumat pagi, tank-tank Israel juga masih diposisikan di sepanjang Jalan al-Rashid, menghalangi kembalinya para pengungsi dari Gaza selatan ke utara.

Berdasarkan ketentuan perjanjian, pasukan diwajibkan mundur dari jalan tersebut dan mengizinkan penduduk yang terlantar untuk kembali dalam waktu 24 jam.

Pasukan Israel melancarkan pengeboman di Gaza pada hari Kamis, setelah para mediator mengumumkan telah tercapainya kesepakatan. Serangan Israel menewaskan delapan warga Palestina.

Lembaga penyiaran publik Israel, Kan, pada hari Kamis menerbitkan salinan bocoran perjanjian tahap pertama yang ditandatangani di Mesir, yang menyatakan perang akan "segera berakhir" setelah disetujui Israel.

Dokumen tersebut juga menyebutkan, langkah pertama dalam implementasinya adalah pengumuman resmi oleh Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan berakhirnya perang di Gaza.

Trump diperkirakan akan mengunjungi Mesir pada akhir pekan untuk menghadiri upacara penandatanganan resmi, dilanjutkan dengan kunjungan ke Israel.

Pada hari Kamis, kepala negosiator Hamas, Khalil al-Hayya, mengonfirmasi gerakan Palestina tersebut juga telah menyetujui perjanjian "untuk mengakhiri perang."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved