Hamas Ungkap Tuntutan Utama dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza

Selasa, 07 Oktober 2025 - 20:06 WIB
loading...
Hamas Ungkap Tuntutan...
Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Hamas merinci syarat-syarat utamanya dalam perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung di Mesir. Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan delegasinya berusaha "mengatasi semua hambatan" guna mencapai kesepakatan yang memenuhi "aspirasi rakyat kami di Gaza".

Barhoum menjabarkan tuntutan utama Hamas sebagai berikut: Gencatan senjata permanen dan menyeluruh; Penarikan penuh pasukan Israel dari seluruh Gaza; Masuknya bantuan kemanusiaan dan pertolongan tanpa batas; Pemulangan pengungsi ke rumah mereka; Dimulainya segera proses rekonstruksi penuh, yang diawasi oleh badan teknokrat nasional Palestina; Kesepakatan pertukaran tahanan yang adil.

Barhoum menuduh, “Netanyahu berusaha menghalangi dan menggagalkan putaran negosiasi saat ini, sebagaimana ia telah sengaja menggagalkan semua putaran sebelumnya."

"Meskipun kekuatan militer brutal, dukungan tak terbatas, dan kemitraan penuh Amerika dalam perang pemusnahan di Gaza, mereka belum dan tidak akan berhasil mencapai citra kemenangan yang palsu," ujar Barhoum.

Sementara itu, Gideon Levy, kolumnis untuk surat kabar Israel Haaretz, mengatakan meskipun rencana terbaru untuk Gaza dapat mengarah pada penghentian permusuhan, harapan untuk solusi politik yang lebih luas tetap redup tanpa tindakan tegas dari Amerika Serikat (AS).

"Ada harapan," ujar Levy kepada Al Jazeera, ketika ditanya apakah proposal tersebut dapat menghentikan pertempuran.

"Tetapi jika Anda bertanya kepada saya tentang solusi lebih lanjut atau lebih besar, saya pikir kita masih sejauh ini sebelum perjanjian ini," tegas dia.

Levy mengatakan setiap kemajuan menuju pengakhiran pendudukan atau mencapai negara Palestina yang layak akan bergantung pada intervensi tegas dari AS.

"Anda tidak akan melangkah lebih jauh kecuali presiden Amerika cukup tegas, yang saya ragukan," tambah Levy.

"Dia tampaknya juga tidak antusias dengan solusi dua negara – jadi tanpa tekanan Amerika, tidak akan ada yang bergerak," tegas dia.

Baca juga: Israel Mencapai Titik Tak Bisa Kembali dalam Perang Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved