Trump Bakal Nekat Pasok Rudal Tomahawk AS ke Ukraina, Rusia Bisa Diinvasi Balik
Selasa, 07 Oktober 2025 - 06:54 WIB
loading...
A
A
A
"Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan. Saya tidak ingin melihat eskalasi perang itu," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Selasa (7/10/2025).
Bulan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk memasok Kyiv dengan rudal-rudal canggih tersebut, yang masing-masing berharga sekitar USD1,3 juta dan memiliki jangkauan 2.500 km (1.550 mil), yang berarti senjata-senjata itu berpotensi mencapai Moskow dan wilayah Rusia lainnya yang lebih jauh lagi.
Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian memperingatkan bahwa hubungan antara Moskow dan Washington akan hancur jika hal itu terjadi. Dia juga berpendapat bahwa pasukan Kyiv tidak akan mampu mengoperasikan sistem secanggih itu tanpa partisipasi langsung personel militer Amerika.
Reuters, mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa AS kemungkinan besar tidak akan memasok rudal Tomahawk ke Ukraina, karena persediaan saat ini dialokasikan untuk Angkatan Laut AS dan keperluan lainnya.
Sedangkan Financial Times juga melaporkan bahwa beberapa orang di lingkaran dalam Trump skeptis terhadap kemampuan rudal Tomahawk untuk mengubah dinamika medan perang.
Bulan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk memasok Kyiv dengan rudal-rudal canggih tersebut, yang masing-masing berharga sekitar USD1,3 juta dan memiliki jangkauan 2.500 km (1.550 mil), yang berarti senjata-senjata itu berpotensi mencapai Moskow dan wilayah Rusia lainnya yang lebih jauh lagi.
Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian memperingatkan bahwa hubungan antara Moskow dan Washington akan hancur jika hal itu terjadi. Dia juga berpendapat bahwa pasukan Kyiv tidak akan mampu mengoperasikan sistem secanggih itu tanpa partisipasi langsung personel militer Amerika.
Reuters, mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa AS kemungkinan besar tidak akan memasok rudal Tomahawk ke Ukraina, karena persediaan saat ini dialokasikan untuk Angkatan Laut AS dan keperluan lainnya.
Sedangkan Financial Times juga melaporkan bahwa beberapa orang di lingkaran dalam Trump skeptis terhadap kemampuan rudal Tomahawk untuk mengubah dinamika medan perang.
(mas)
Lihat Juga :