Trump: Hamas Akan Hadapi Kehancuran Total jika Tetap Berkuasa di Gaza

Senin, 06 Oktober 2025 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Namun, pada hari yang sama, CNN melaporkan bahwa setidaknya 67 orang di Gaza tewas akibat serangan Israel, menurut pejabat rumah sakit di wilayah tersebut.

Presiden mengungkapkan pada hari Jumat bahwa Hamas telah menanggapi secara positif proposal 20 poinnya yang bertujuan untuk mengakhiri konflik. Berbicara dalam sebuah video yang diunggah ke Truth Social, Trump menyebutnya "hari besar," dan menggambarkan perkembangan tersebut sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya."

Sementara itu, seiring perundingan mengenai Gaza akan berlangsung di Mesir, Tamer Qarmout, profesor madya di Institut Studi Pascasarjana Doha, mengatakan Israel dan AS tampaknya bertekad untuk menekan Hamas agar proses tersebut berlanjut.

"Israel dan Amerika ingin memberikan tekanan maksimal kepada Hamas untuk mempercepat proses," ujarnya, seraya menambahkan bahwa terdapat pergeseran opini publik global mengenai Gaza yang juga menciptakan tekanan terhadap AS dan Israel.

"Ada persimpangan kritis dengan pergeseran opini publik – seperti dinamika Afrika Selatan ketika apartheid runtuh," ujarnya kepada Al Jazeera. "Ini adalah momentum yang luar biasa. Dan saya pikir semua pihak harus memanfaatkan kesempatan ini dan mencoba mengakhirinya dengan cara yang paling beradab. Kita membutuhkan momentum ini."

Qarmout mencatat bahwa terdapat kesepakatan luas di antara para mediator bahwa putaran negosiasi ini harus diberi kesempatan yang nyata untuk berhasil.

Konsensus umum di antara para pemain kunci adalah mereka harus memberikan kesempatan nyata ini. Ada begitu banyak taruhan dalam perjanjian ini: reputasi, ego, bahkan Hadiah Nobel Perdamaian – dan begitu banyak insentif bagi semua pihak.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved