China Hukum Mati 11 Anggota Keluarga Mafia Terkenal: Raup Rp23 Triliun dari Bisnis Kriminal

Kamis, 02 Oktober 2025 - 11:51 WIB
loading...
A A A
Pengadilan menemukan bahwa sejak tahun 2015, keluarga Ming dan kelompok kriminal lainnya telah terlibat dalam kegiatan kriminal termasuk penipuan telekomunikasi, kasino ilegal, perdagangan narkoba, dan prostitusi.

Menurut pengadilan, aktivitas perjudian dan penipuan mereka telah menghasilkan lebih dari 10 miliar yuan (Rp23 triliun).

Sebelumnya, pihak lain memperkirakan bahwa kasino dari masing-masing keempat keluarga tersebut memproses beberapa miliar dolar setiap tahun.

Pengadilan juga memutuskan bahwa keluarga Ming dan kelompok kriminal lainnya bertanggung jawab atas kematian beberapa pekerja pusat penipuan, termasuk penembakan pekerja dalam satu insiden untuk mencegah mereka kembali ke China.

Kejatuhan Mafia China di Kota Kasino yang Tak Berhukum


Awalnya dikembangkan untuk memanfaatkan permintaan perjudian dari China, yang ilegal di China dan banyak negara tetangga lainnya, kasino-kasino Laukkaing berkembang menjadi kedok yang menguntungkan bagi pencucian uang, perdagangan manusia, dan puluhan pusat penipuan.

Kasino-kasino ini dianggap sebagai mesin dari apa yang disebut PBB sebagai "scamdemic", yang telah menyebabkan lebih dari 100.000 warga negara asing, banyak di antaranya warga China, dipancing ke pusat-pusat penipuan di mana mereka secara efektif dipenjara dan dipaksa bekerja berjam-jam, menjalankan operasi penipuan daring yang canggih yang menargetkan korban di seluruh dunia.

Keluarga Ming dulunya merupakan salah satu yang paling berkuasa di Negara Bagian Shan, Myanmar, dan mengelola pusat-pusat penipuan di Laukkaing yang menampung setidaknya 10.000 pekerja. Yang paling terkenal adalah kompleks yang dikenal sebagai Crouching Tiger Villa, tempat para pekerja secara rutin dipukuli dan disiksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
PTDI Kantongi Rp1,2...
PTDI Kantongi Rp1,2 Triliun dari Jual 11 Unit Pesawat N219
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved