Trump Bilang Penghinaan Besar bagi AS Jika Dia Tak Menerima Hadiah Nobel Perdamaian
Kamis, 02 Oktober 2025 - 08:26 WIB
loading...
A
A
A
Trump akan memimpin "dewan perdamaian" internasional untuk mengatur dan membangun kembali Jalur Gaza sebagai bagian dari rencana tersebut.
Selain itu, para menteri luar negeri Pakistan, Indonesia, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Turki, Arab Saudi, dan Qatar mendukung rencana tersebut tetapi mengakui bahwa kesepakatan tersebut masih dalam proses.
Trump telah mengumpulkan dukungan global dalam upayanya meraih Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi mengakhiri perang di Gaza dan perang di Ukraina merupakan ujian diplomatik utama baginya.
Sejauh ini, dia telah mengumpulkan nominasi dari Pakistan, Kamboja, Israel, dan anggota Parlemen AS dari Partai Republik, seraya dia menggembar-gemborkan perannya dalam perundingan untuk mengakhiri berbagai konflik global.
Gedung Putih secara terbuka menyatakan bahwa sudah waktunya Trump mendapatkan hadiah tersebut, sementara mereka terus mendesaknya menjelang keputusan Komite Nobel Norwegia pada bulan Desember.
Selain itu, para menteri luar negeri Pakistan, Indonesia, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Turki, Arab Saudi, dan Qatar mendukung rencana tersebut tetapi mengakui bahwa kesepakatan tersebut masih dalam proses.
Trump telah mengumpulkan dukungan global dalam upayanya meraih Hadiah Nobel Perdamaian, tetapi mengakhiri perang di Gaza dan perang di Ukraina merupakan ujian diplomatik utama baginya.
Sejauh ini, dia telah mengumpulkan nominasi dari Pakistan, Kamboja, Israel, dan anggota Parlemen AS dari Partai Republik, seraya dia menggembar-gemborkan perannya dalam perundingan untuk mengakhiri berbagai konflik global.
Gedung Putih secara terbuka menyatakan bahwa sudah waktunya Trump mendapatkan hadiah tersebut, sementara mereka terus mendesaknya menjelang keputusan Komite Nobel Norwegia pada bulan Desember.
(mas)
Lihat Juga :