Serangan Pesawat Nirawak Rusia Tewaskan 4 Orang Sekeluarga di Ukraina
Selasa, 30 September 2025 - 14:45 WIB
loading...
Serangan pesawat nirawak Rusia tewaskan 4 orang sekeluarga di Sumy, Ukraina. Foto/DSNS via Kyiv Post
A
A
A
KYIV - Pemerintah Ukraina mengatakan pada hari Selasa (30/9/2025) bahwa serangan pesawat nirawak Rusia yang terjadi semalam telah menewaskan sebuah keluarga beranggotakan empat orang di wilayah Sumy. Sebaliknya, Moskow menyatakan telah diserang lebih dari 80 pesawat nirawak Kyiv dalam semalam.
Oleg Grygorov, kepala administrasi militer Sumy, mengatakan pasukan Rusia telah menyerang sebuah bangunan tempat tinggal di desa Chernechchyna, di komunitas Krasnopillia.
“Sepasang suami istri dengan dua anak kecil tinggal di rumah ini. Sayangnya, tidak ada yang berhasil melarikan diri,” tulis Grygorov di platform Telegram, seperti dikutip dari AFP.
Baca Juga: Negara NATO: Putin Tak Ingin Memulai Perang Dunia III
“Tim penyelamat (menemukan) jenazah empat orang yang tewas dari bawah reruntuhan—orang tua dan putra mereka, berusia enam dan empat tahun,” ujarnya.
“Ini adalah kehilangan yang mengerikan dan tak tergantikan bagi seluruh masyarakat dan wilayah ini," imbuh dia.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu telah diserang 81 pesawat nirawak Ukraina dalam semalam. Semua pesawat nirawak tersebut telah dicegat dan dihancurkan.
Gubernur Volgograd, Andrey Bocharov, mengatakan militer Rusia telah menangkis serangan pesawat nirawak besar-besaran Ukraina di wilayah selatan.
“Menurut informasi awal, tidak ada kerusakan bangunan atau korban luka,” kata Bocharov.
Perang Rusia-Ukraina pecah sejak Februari 2022. Perang telah berlangsung lebih dari tiga tahun dan tidak ada tanda-tanda akan segera berakhir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengeklaim mampu menghentikan perang tersebut dengan cepat, telah frustrasi karena Putin tetap enggan untuk gencatan senjata.
Washington kini memberi isyarat akan mendukung penuh Ukraina untuk merebut kembali banyak wilayah yang dikuasai Rusia. Yang terbaru, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pemerintah Trump sedang mempertimbangkan untuk memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina, yang bisa digunakan untuk menginvasi balik Rusia.
Oleg Grygorov, kepala administrasi militer Sumy, mengatakan pasukan Rusia telah menyerang sebuah bangunan tempat tinggal di desa Chernechchyna, di komunitas Krasnopillia.
“Sepasang suami istri dengan dua anak kecil tinggal di rumah ini. Sayangnya, tidak ada yang berhasil melarikan diri,” tulis Grygorov di platform Telegram, seperti dikutip dari AFP.
Baca Juga: Negara NATO: Putin Tak Ingin Memulai Perang Dunia III
“Tim penyelamat (menemukan) jenazah empat orang yang tewas dari bawah reruntuhan—orang tua dan putra mereka, berusia enam dan empat tahun,” ujarnya.
“Ini adalah kehilangan yang mengerikan dan tak tergantikan bagi seluruh masyarakat dan wilayah ini," imbuh dia.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin itu telah diserang 81 pesawat nirawak Ukraina dalam semalam. Semua pesawat nirawak tersebut telah dicegat dan dihancurkan.
Gubernur Volgograd, Andrey Bocharov, mengatakan militer Rusia telah menangkis serangan pesawat nirawak besar-besaran Ukraina di wilayah selatan.
“Menurut informasi awal, tidak ada kerusakan bangunan atau korban luka,” kata Bocharov.
Perang Rusia-Ukraina pecah sejak Februari 2022. Perang telah berlangsung lebih dari tiga tahun dan tidak ada tanda-tanda akan segera berakhir.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengeklaim mampu menghentikan perang tersebut dengan cepat, telah frustrasi karena Putin tetap enggan untuk gencatan senjata.
Washington kini memberi isyarat akan mendukung penuh Ukraina untuk merebut kembali banyak wilayah yang dikuasai Rusia. Yang terbaru, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pemerintah Trump sedang mempertimbangkan untuk memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina, yang bisa digunakan untuk menginvasi balik Rusia.
(mas)
Lihat Juga :