AS Bakal Gandakan Produksi Rudal untuk Konflik Melawan China

Selasa, 30 September 2025 - 07:08 WIB
loading...
A A A
Meskipun paket pendanaan USD25 miliar menandai peningkatan yang signifikan, para pelaku industri berpendapat bahwa memenuhi ekspektasi Pentagon, khususnya penggandaan produksi rudal dalam dua tahun, akan membutuhkan investasi dan perencanaan yang jauh lebih berkelanjutan.

Fokus Pentagon adalah pada selusin sistem persenjataan yang dianggap penting untuk potensi konflik dengan China. Sistem-sistem ini termasuk pencegat Patriot, Rudal Anti-Kapal Jarak Jauh, Rudal Standar-6, Rudal Serang Presisi, dan Rudal Jarak Jauh Gabungan Udara-ke-Permukaan.

Lini produksi rudal Patriot khususnya telah menjadi sorotan, karena Lockheed Martin kesulitan memenuhi permintaan yang didorong oleh konflik global baru-baru ini.

Untuk mencapai tujuan ini, Angkatan Darat AS baru-baru ini memberikan Lockheed Martin hampir USD10 miliar untuk memproduksi 2.000 rudal PAC-3 dari tahun 2024 hingga 2026. Pentagon pada akhirnya ingin melipatgandakan produksi tersebut setiap tahunnya.

Lockheed sedang mempertimbangkan investasi lebih lanjut dalam lini produksinya. Boeing, yang memasok komponen pencari penting, memperluas pabriknya seluas 35.000 kaki persegi dan telah mencapai rekor tingkat pengiriman.

Northrop Grumman juga telah berkomitmen USD1 miliar untuk meningkatkan produksi motor roket padat, yang penting untuk beberapa sistem, dan berencana untuk hampir menggandakan produksi dalam empat tahun ke depan.

Pentagon juga sedang melakukan tinjauan mendalam terhadap rantai pasokan amunisinya. Pentagon memetakan pemasok penting dan mengidentifikasi titik-titik kegagalan tunggal yang dapat memperlambat produksi. Salah satu titik kritis tersebut adalah pencari buatan Boeing yang tertanam di moncong rudal Patriot.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Fosil T-Rex Gus Terjual...
Fosil T-Rex Gus Terjual Rp902 Miliar, Jadi Fosil Dinosaurus Termahal dalam Lelang
Rekomendasi
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
Baru Pertama Kali Debut...
Baru Pertama Kali Debut Akting, Axelo langsung Dipercaya Jadi Pemeran Antagonis
Berita Terkini
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
AS Lanjutkan Bombardir...
AS Lanjutkan Bombardir Iran 6 Hari Beruntun, Serang Bandara dan Jembatan
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved