4 Fakta Presiden Kolombia Gustavo Petro yang Berani Melawan Trump
Minggu, 28 September 2025 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menyerukan strategi internasional baru untuk memerangi perdagangan narkoba, dengan mengatakan bahwa perang melawan narkoba yang dipimpin Amerika Serikat telah gagal.
“Sudah saatnya untuk sebuah konvensi internasional baru yang menerima bahwa perang melawan narkoba telah gagal, telah menewaskan satu juta orang Amerika Latin selama 40 tahun, dan telah menewaskan 70.000 orang Amerika Utara akibat overdosis setiap tahun. Perang melawan narkoba memperkuat mafia dan melemahkan negara,” ujarnya.
Dalam kampanyenya, Petro mengatakan Kolombia akan berhenti memberikan izin baru untuk eksplorasi minyak dan akan melarang proyek fracking, meskipun industri minyak menyumbang hampir 50 persen dari ekspor legal negara tersebut. Ia berencana membiayai belanja sosial dengan reformasi pajak sebesar USD10 miliar per tahun yang akan meningkatkan pajak bagi orang kaya dan menghapuskan keringanan pajak perusahaan.
Petro juga mengatakan bahwa prioritas utama adalah memerangi kelaparan di negara berpenduduk 50 juta jiwa ini, di mana hampir separuh penduduknya hidup dalam kemiskinan. Ia juga telah menjanjikan pendidikan universitas negeri gratis dan perubahan layanan kesehatan, serta membangun koalisi kongres yang luas yang terdiri dari partai-partai sayap kiri dan tengah untuk meloloskan platformnya.
Presiden baru ini memulai dari "posisi yang patut ditiru, dengan mayoritas besar di Kongres dan, dalam hal dukungan publik, dengan dukungan yang belum pernah dimiliki pemerintah mana pun dalam beberapa tahun terakhir," ujar analis Jorge Restrepo dari Resource Center for Conflict Analysis, kepada kantor berita AFP.
Namun, yang lain mengatakan Petro harus memprioritaskan tujuan kebijakannya.
“Dia punya agenda yang sangat ambisius," kata Yan Basset, ilmuwan politik di Universitas Rosario Bogota. “Namun, ia harus menentukan prioritas. Risiko yang dihadapi Petro adalah ia mengupayakan terlalu banyak reformasi sekaligus dan tidak mendapatkan apa-apa” melalui kongres Kolombia.
“Sudah saatnya untuk sebuah konvensi internasional baru yang menerima bahwa perang melawan narkoba telah gagal, telah menewaskan satu juta orang Amerika Latin selama 40 tahun, dan telah menewaskan 70.000 orang Amerika Utara akibat overdosis setiap tahun. Perang melawan narkoba memperkuat mafia dan melemahkan negara,” ujarnya.
4. Menghentikan Izin Eksplorasi Minyak
Perubahan iklim harus diperangi secara internasional, terutama oleh negara-negara yang menghasilkan emisi gas rumah kaca terbanyak, tambah Petro, seraya mengatakan Kolombia akan bertransisi ke ekonomi tanpa batu bara atau minyak.Dalam kampanyenya, Petro mengatakan Kolombia akan berhenti memberikan izin baru untuk eksplorasi minyak dan akan melarang proyek fracking, meskipun industri minyak menyumbang hampir 50 persen dari ekspor legal negara tersebut. Ia berencana membiayai belanja sosial dengan reformasi pajak sebesar USD10 miliar per tahun yang akan meningkatkan pajak bagi orang kaya dan menghapuskan keringanan pajak perusahaan.
Petro juga mengatakan bahwa prioritas utama adalah memerangi kelaparan di negara berpenduduk 50 juta jiwa ini, di mana hampir separuh penduduknya hidup dalam kemiskinan. Ia juga telah menjanjikan pendidikan universitas negeri gratis dan perubahan layanan kesehatan, serta membangun koalisi kongres yang luas yang terdiri dari partai-partai sayap kiri dan tengah untuk meloloskan platformnya.
Presiden baru ini memulai dari "posisi yang patut ditiru, dengan mayoritas besar di Kongres dan, dalam hal dukungan publik, dengan dukungan yang belum pernah dimiliki pemerintah mana pun dalam beberapa tahun terakhir," ujar analis Jorge Restrepo dari Resource Center for Conflict Analysis, kepada kantor berita AFP.
Namun, yang lain mengatakan Petro harus memprioritaskan tujuan kebijakannya.
“Dia punya agenda yang sangat ambisius," kata Yan Basset, ilmuwan politik di Universitas Rosario Bogota. “Namun, ia harus menentukan prioritas. Risiko yang dihadapi Petro adalah ia mengupayakan terlalu banyak reformasi sekaligus dan tidak mendapatkan apa-apa” melalui kongres Kolombia.
(ahm)
Lihat Juga :