4 Fakta Presiden Kolombia Gustavo Petro yang Berani Melawan Trump
Minggu, 28 September 2025 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Juli, kedua negara menarik duta besar mereka setelah Petro menuduh pejabat AS merencanakan kudeta, sebuah klaim yang disebut Washington tidak berdasar.
Petro memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 2024 dan melarang ekspor batu bara Kolombia ke negara tersebut.
Melansir Al Jazeera, mantan anggota kelompok bersenjata M-19 tersebut mengambil sumpah jabatannya di Plaza Bolivar, Bogota, berjanji untuk menyatukan negara yang terpolarisasi dalam memerangi ketimpangan dan perubahan iklim, serta mencapai perdamaian dengan kelompok pemberontak dan geng kriminal.
“Saya tidak menginginkan dua negara, sama seperti saya tidak menginginkan dua masyarakat. Saya menginginkan Kolombia yang kuat, adil, dan bersatu,” ujar Petro yang emosional dalam pidato pelantikannya. “Tantangan dan ujian yang kita hadapi sebagai bangsa menuntut periode persatuan dan konsensus dasar.”
Petro, mantan senator berusia 62 tahun, telah berjanji untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang gagal dengan pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan menerapkan kesepakatan damai 2016 kepada mantan anggota pejuang FARC yang menolaknya.
Menteri luar negerinya mengatakan pemerintah akan berdialog dengan geng-geng dan berpotensi memberikan keringanan hukuman kepada para anggotanya dengan imbalan informasi tentang perdagangan narkoba.
Kelompok bersenjata harus menerima kesepakatan itu, kata Petro.
“Kami menyerukan kepada semua orang yang bersenjata untuk meninggalkan senjata mereka dalam kabut masa lalu. Untuk menerima manfaat hukum sebagai imbalan atas perdamaian, sebagai imbalan atas tidak terulangnya kekerasan secara definitif,” ujar Petro kepada kerumunan yang bersorak-sorai di bawah terik matahari Andes.
Petro memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 2024 dan melarang ekspor batu bara Kolombia ke negara tersebut.
3. Mantan Pejuang Pemberontak M-19
Gustavo Petro, mantan pejuang pemberontak, telah dilantik sebagai presiden sayap kiri pertama Kolombia, pada Agustus 2022.Melansir Al Jazeera, mantan anggota kelompok bersenjata M-19 tersebut mengambil sumpah jabatannya di Plaza Bolivar, Bogota, berjanji untuk menyatukan negara yang terpolarisasi dalam memerangi ketimpangan dan perubahan iklim, serta mencapai perdamaian dengan kelompok pemberontak dan geng kriminal.
“Saya tidak menginginkan dua negara, sama seperti saya tidak menginginkan dua masyarakat. Saya menginginkan Kolombia yang kuat, adil, dan bersatu,” ujar Petro yang emosional dalam pidato pelantikannya. “Tantangan dan ujian yang kita hadapi sebagai bangsa menuntut periode persatuan dan konsensus dasar.”
Petro, mantan senator berusia 62 tahun, telah berjanji untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang gagal dengan pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan menerapkan kesepakatan damai 2016 kepada mantan anggota pejuang FARC yang menolaknya.
Menteri luar negerinya mengatakan pemerintah akan berdialog dengan geng-geng dan berpotensi memberikan keringanan hukuman kepada para anggotanya dengan imbalan informasi tentang perdagangan narkoba.
Kelompok bersenjata harus menerima kesepakatan itu, kata Petro.
“Kami menyerukan kepada semua orang yang bersenjata untuk meninggalkan senjata mereka dalam kabut masa lalu. Untuk menerima manfaat hukum sebagai imbalan atas perdamaian, sebagai imbalan atas tidak terulangnya kekerasan secara definitif,” ujar Petro kepada kerumunan yang bersorak-sorai di bawah terik matahari Andes.
Lihat Juga :